ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBIA DARI ISOLAT Streptomyces TERHADAP Escherichia coli DAN UJI BIOAUTOGRAFI

WIJAYANTIE , EVA DWI (2009) ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBIA DARI ISOLAT Streptomyces TERHADAP Escherichia coli DAN UJI BIOAUTOGRAFI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100050107.pdf

Download (380kB)
[img] PDF
K100050107.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan isolasi dan skrining primer Streptomyces dari tanah rizosfer familia Poaceae alang-alang (Imperata cylindrica L.), rumput kembangan (Digitaria microbachne (Presl.) Henr) dan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) kode strain KBSK 11 dan ALSK 13 yang berpotensi kuat terhadap Escherichia coli (E. coli). Isolat Streptomyces KBSK 11 diperoleh dari rizosfer rumput kembangan di daerah Sukoharjo, dan ALSK 13 diperoleh dari rizosfer alang-alang di daerah Sukoharjo. Dari hasil penelitian tersebut belum diketahui Kadar Bunuh Minimun (KBM), sehingga perlu dilakukan isolasi dan penentuan aktivitas dengan tujuan mengetahui nilai KBM dan adanya metabolit sekunder dalam isolat Streptomyces yang berpotensi antimikrobia terhadap E. coli. Penentuan aktivitas antimikrobia menggunakan metode agar block. Antimikrobia diproduksi dengan cara fermentasi. Isolasi antimikrobia dilakukan dengan ekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak etil asetat yang diperoleh digunakan dalam penentuan nilai KBM, KLT dan bioautografi. Nilai KBM ditentukan dengan metode dilusi cair dilanjutkan dengan penggoresan pada media agar, hasilnya dibandingkan dengan kontrol. Untuk mengetahui bercak pada KLT yang berpotensi sebagai antimikrobia digunakan metode bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat Streptomyces KBSK 11 dan ALSK 13 mempunyai aktivitas antimikrobia sangat kuat terhadap E. coli sensitif antibiotik, tetapi tidak menunjukkan aktivitas antimikrobia terhadap E. coli multiresisten antibiotik. Nilai KBM pada ekstrak Streptomyces KBSK 11 terhadap E. coli sensitif antibiotik adalah 0,25% sedangkan ALSK 13 sebesar 0,125%. Identifikasi senyawa ekstrak Streptomyces KBSK 11 dengan KLT dihasilkan 9 bercak dalam kromatogram dengan 5 diantaranya terlihat zona hambat pada Rf 0,18 (d=2 mm); Rf 0,50 (d=2,5 mm); Rf 0,58 (d=4,25 mm); Rf 0,66 (d=1,5 mm); Rf 0,86 (d=2,75 mm), sedangkan ALSK 13 terdapat 9 bercak pada kromatogram dengan 3 bercak diantaranya menunjukkan zona hambat terhadap E. coli sensitif antibiotik pada Rf 0,18 (d=3 mm); Rf 0,4 (d=2,5 mm) dan Rf 0,74 (d=3,75 mm) setelah diuji bioautografi.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Antimicrobial, Escherichia coli, Streptomyces, Bioautography
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 03 Jul 2009 08:56
Last Modified: 31 Oct 2011 06:06
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3413

Actions (login required)

View Item View Item