ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI DARI ISOLAT Streptomyces TERHADAP Candida albicans

MUAROFAH , NURIN (2009) ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI DARI ISOLAT Streptomyces TERHADAP Candida albicans. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100050031.pdf

Download (290kB)
[img] PDF
K100050037.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penggunaan antifungi sering menimbulkan resistensi dan kasus resistensi terus meningkat dari tahun ke tahun. Tujuh puluh lima persen antimikrobia, termasuk antifungi berasal dari genus Streptomyces. Ariningsih telah melakukan skrining primer terhadap rizosfer alang-alang (Imperata cylindrica L), rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dan rumput kembangan (Digitaria microbachne (Presl.) Henr) sehingga diperoleh 2 isolat Streptomyces GJSK 4 (berasal dari rizosfer rumput gajah di daerah Sukoharjo) dan KBSK 11 (berasal dari rizosfer rumput kembangan di daerah Sukoharjo) yang berpotensi “kuat” sebagai antifungi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari isolat Streptomyces terhadap Candida albicans secara kualitatif dan kuantitatif, serta profil kromatografi Lapis Tipis (KLT) nya. Isolat Streptomyces GJSK 4 dan KBSK 11 pada oatmeal agar diuji aktivitas antifunginya terhadap Candida albicans dengan metode agar block. Isolat Streptomyces GJSK 4 dan KBSK 11 difermentasi, diekstraksi menggunakan corong pisah dengan pelarut etil asetat, kemudian difiltrasi dan dievaporasi. Ekstrak etil asetat ditentukan Kadar Bunuh Minimum (KBM) nya melalui metode dilusi cair yang dilanjutkan dengan penggoresan pada media padat. Untuk identifikasi senyawa digunakan metode KLT dan iodine vapour Hasil uji agar block menunjukkan bahwa isolat Streptomyces GJSK 4 dan KBSK 11 berpotensi ”kuat” sebagai antifungi terhadap C. albicans. Diameter zona hambat isolat Streptomyces GJSK 4 sebesar 16 mm dan KBSK 11 sebesar 16,5 mm terhadap C. albicans sensitif antifungi. Sedangkan pada C. albicans multiresisten antifungi, isolat Streptomyces GJSK 4 memberikan zona hambat 15 mm dan KBSK 11 15,5 mm. Hasil uji KBM menunjukkan bahwa pada konsentrasi ekstrak etil asetat 0,5% belum bisa membunuh C. albicans sensitif antifungi dan multiresisten antifungi. Berdasarkan hasil Kromatografi Lapis Tipis terlihat 10 bercak pemisahan dari isolat Streptomyces GJSK 4 maupun KBSK 11. Setelah divisualisasi dengan iodine vapour, isolat Streptomyces GJSK 4 dan GJSK 11 tampak berwarna coklat. Berdasakan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil ekstraksi dari isolat Streptomyces GJSK 4 dan KBSK 11 kurang berpotensi sebagai antifungi terhadap Candida albicans sensitif antifungi dan multiresisten antifungi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: RAK K100-011
Uncontrolled Keywords: Antifungal agent, Candida albicans, Minimum Fungicide Concentration, Streptomyces
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 03 Jul 2009 08:46
Last Modified: 16 Nov 2010 14:42
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3411

Actions (login required)

View Item View Item