Induksi Kalus Pada Eksplan Daun Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) Secara In Vitro Dengan Konsentrasi 2,4-D Dan Bap Yang Berbeda

Triana, Febrianti (2015) Induksi Kalus Pada Eksplan Daun Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) Secara In Vitro Dengan Konsentrasi 2,4-D Dan Bap Yang Berbeda. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Halaman Depan)
Halaman Depan.pdf

Download (667kB)
[img] PDF (Bab I)
Bab I.pdf

Download (19kB)
[img] PDF (Bab II)
Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (113kB)
[img] PDF (Bab III)
Bab III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (89kB)
[img] PDF (Bab IV)
Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (197kB)
[img] PDF (Bab V)
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6kB)
[img] PDF (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf

Download (15kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi.pdf

Download (292kB)

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia) merupakan tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung senyawa metabolit sekunder. Daun binahong bermanfaat untuk meningkatkan imunitas, memperbaiki sel yang rusak, melancarkan dan menormalkan peredaran darah, mencegah stroke, mengatasi diabetes, serta mengobati penyakit maag. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun binahong antara lain flavonoid, asam oleanolik, protein, asam askorbat, dan saponin. Senyawa metabolit sekunder dapat dihasilkan dengan teknik kultur jaringan. Salah satu teknik kultur jaringan untuk menghasilkan senyawa metabolit sekunder adalah dengan kultur kalus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh 2,4- D dan BAP dengan berbagai macam konsentrasi terhadap pertumbuhan kalus tanaman binahong. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu : faktor 1 : konsentrasi 2,4-D 0 ppm (D0) 0,5 ppm (D1) 1 ppm (D2) 1,5 ppm (D3) dan faktor 2 : konsentrasi BAP 0 ppm (P0) 0,5 ppm (P1). Parameter kecepatan tumbuh kalus, tekstur kalus, warna kalus, dan ukuran kalus diamati sampai 45 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 2,4-D dan BAP berpengaruh terhadap induksi kalus daun binahong. Kalus yang dihasilkan bertekstur remah dan berwarna putih. Konsentrasi 2,4-D 0,5 ppm dan BAP 1 ppm merupakan konsentrasi yang paling optimal untuk ukuran kalus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: induksi kalus, daun binahong, 2,4-D, BAP
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 22 Jun 2015 04:25
Last Modified: 22 Jun 2015 04:25
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/33520

Actions (login required)

View Item View Item