PERBANDINGAN MUTU FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET IBUPROFEN MERK DAGANG DAN GENERIK

ZUBAIDAH , ISFILAWATI (2009) PERBANDINGAN MUTU FISIK DAN PROFIL DISOLUSI TABLET IBUPROFEN MERK DAGANG DAN GENERIK. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100040173.pdf

Download (154kB)
[img] PDF
K100040173.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ibuprofen merupakan suatu analgetik dan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS) yang banyak digunakan pada pengobatan nyeri ringan sampai sedang. Produk generik ibuprofen rata-rata mempunyai harga di bawah produk ibuprofen bermerk dagang. Hal tersebut yang menjadi dasar untuk mengetahui apakah produk dengan harga yang lebih murah mempunyai kualitas lebih baik dari produk bermerk dagang yang harganya lebih mahal. Maka dari itu dilakukan penelitian mengenai perbedaan mutu fisik dan profil disolusi tablet ibuprofen merk dagang dan generik. Ibuprofen merupakan obat dengan BCS kelas 2, dimana laju pelepasan ibuprofen menjadi tahap penentu absorbsi obat. Kategori penelitian ini adalah eksperimental semu dengan pola acak satu jalan. Penelitian ini menggunakan 5 produk tablet ibuprofen yang berbeda yaitu terdiri dari 2 produk bermerk dagang dan 3 produk generik. Setiap produk obat diuji sifat fisik dan profil disolusinya. Evaluasi disolusi menggunakan parameter Q30 dan dissolution efficiency. Data yang diperoleh dibandingkan dengan standar Farmakope Indonesia dan kepustakaan lain yang sesuai. Setelah itu dilanjutkan dengan uji statistik Kolmogorov-Smirnov , yang dilanjutkan dengan uji Anava satu jalan kemudian dilanjutkan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua produk generik dan produk bermerk dagang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, baik uji mutu fisik tablet maupun uji disolusi. Harga Q30 untuk produk bermerk dagang A dan B yaitu 96,09% dan 97,25%, untuk produk generik C, D dan E yaitu 94,74% ; 95,16% dan 95,31%. Sedangkan untuk harga DE30 pada produk bermerk dagang A dan B yaitu 79,01% dan 81,29% dan untuk produk generik C, D dan E berturut-turut sebesar 82,12% ; 80,22% dan 82,75%. Hasil statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara produk yang satu dengan yang lainnya.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ibuprofen, dissolution, trademark product, generic product
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 01 Jul 2009 08:47
Last Modified: 21 Jun 2011 05:42
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3352

Actions (login required)

View Item View Item