Perkawinan Di Bawah Umur Dan Akibatnya(Studi Putusan Perceraian pada Pasangan di Bawah Umur di Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Agama Karanganyar)

Kusumaningrum, Novita (2015) Perkawinan Di Bawah Umur Dan Akibatnya(Studi Putusan Perceraian pada Pasangan di Bawah Umur di Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Agama Karanganyar). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Naskah Publikasi)
NASKAH PUBLIKASI.pdf

Download (661kB)
[img] PDF (Halaman Depan)
HALAMAN DEPAN .pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BAB I)
BAB I.pdf

Download (339kB)
[img] PDF (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (484kB)
[img] PDF (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (362kB)
[img] PDF (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11kB)
[img] PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (95kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] PDF (Pernyataan Publikasi)
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (362kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyebab perkawinan di bawah umur melakukan perceraian dalam wilayah Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Agama Karanganyar (2) Menemukan terobosan hukum dalam upaya menanggulangi perkawinan di bawah umur yang berakibat perceraian dalam wilayah Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Agama Karanganyar. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan empiris. Data yang diperoleh melalui penelitian pada Pengadilan Agama Surakarta dan Pengadilan Agama Karanganyar. Metode pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara. Teknis analisis data penelitian ini adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kasus perceraian di bawah umur secara yuridis sebenarnya tidak diperbolehkan. Dalam proses pemeriksaan calon mempelai yang belum memenuhi syarat usia, proses pernikahan pasangan dibawah umur, tidak akan diterima oleh KUA, sehingga kedua pasangan harus melengkapi syaratnya dengan surat dispensasi. Pasangan menikah dibawah umur secara psikologis belum memiliki kesiapan untuk membangun keluarga dengan baik. Dalam sebuah keluarga ada banyak tantangan yang harus dihadapi baik dari sisi ekonomi, psikologi maupun sosial. (2) Terobosan untuk menanggulangi perkawinan di bawah umur yang berakibat perceraian adalah: (a) Memberikan nasehat pada saat mengajukan dispensasi nikah, (b) Memberikan nasehat pada saat pesta perkawinan, (c) Melakukan penyuluhan kepada pasangan baru yang akan menikah, (d) Menegakkan peraturan perundang-undangan dengan sungguhsungguh.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: perkawinan di bawah umur, perceraian
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: l200110028
Date Deposited: 17 Jun 2015 02:36
Last Modified: 17 Jun 2015 02:36
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/33273

Actions (login required)

View Item View Item