DRUG RELATED PROBLEMS PADA PENGOBATAN ASMA BRONKIAL DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2007

CHUMAEROH , SITI (2009) DRUG RELATED PROBLEMS PADA PENGOBATAN ASMA BRONKIAL DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2007. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100040101.pdf

Download (163kB)
[img] PDF
K100040101.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (485kB)

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang dialami pasien yang berhubungan dengan terapi obat. DRPs kategori obat salah, dosis lebih dan dosis kurang banyak dijumpai pada berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit asma bronkial. RSUD Dr. Moewardi termasuk salah satu rumah sakit dengan jumlah pasien asma yang cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis DRPs yang potensial terjadi diantara kategori obat salah, dosis lebih dan dosis kurang serta menentukan jumlah persentase kejadian masing-masing DRPs tersebut dalam pengobatan asma bronkial pada pasien usia > 12 tahun di Instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2007. Penelitian ini bersifat non eksperimental yaitu penelitian berdasarkan data-data yang sudah ada, tanpa memberikan perlakuan terhadap subyek uji. Pengambilan data penelitian dilakukan secara retrospektif, yaitu penelitian untuk menggali dan menjelaskan data-data yang sudah ada. Sedangkan analisis hasil penelitian dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran kemungkinan terjadinya DRPs. Subyek penelitian merupakan pasien dengan usia > 12 tahun yang didiagnosa menderita asma bronkial serta menjalani rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2007. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 63 pasien asma diantaranya 26 pasien laki-laki (41,27%) dan 37 pasien perempuan (58,73%). Pasien dengan usia 18-65 tahun (dewasa) merupakan pasien yang paling banyak menderita asma yaitu 51 pasien. Obat asma yang banyak digunakan adalah kortikosteroid (42,24%), sedangkan obat lain yang banyak digunakan adalah antibiotik (20,70%). Pada 63 pasien asma, terdapat 31 kasus obat yang mengalami DRPs atau 6,15% dari jumlah obat yang dianalisis. Kasus DRPs dari ketiga kategori yang banyak terjadi pada kategori dosis kurang. DRPs kategori obat salah sebanyak 8 kasus (25,81%), dosis lebih sebanyak 10 kasus (32,26%) dan dosis kurang sebanyak 13 kasus (41,94%) dari DRPs total.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Drug Related Problems (DRPs), asma bronkial, obat salah, dosis kurang, dosis lebih
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 30 Jun 2009 08:49
Last Modified: 16 Nov 2010 15:38
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3307

Actions (login required)

View Item View Item