Revitalisasi Sektor Pertanian: Pengembangan Kualitas SDM Pada Budaya Agraris

Moordiningsih, Moordiningsih (2008) Revitalisasi Sektor Pertanian: Pengembangan Kualitas SDM Pada Budaya Agraris. Jurnal Psikologi Indonesia, 5 (2). ISSN 08533098

[img] PDF (Artikel)
8. Revitalisasi Pertanian.pdf

Download (615kB)

Abstract

Ketika harga beras merambat naik, menjadi suatu kenyataan ironis bagi Indonesia yang memiliki potensi dan budaya agraris. Pengembangan dan peningkatan kualitas SDM di bidang pertanian, yang menjadi faktor penting dalam peningkatan produktivitas pertanian luput ataupun kurang menjadi perhatian banyak fihak. Di sisi lain angka pengangguran masih cukup tinggi, karena angkatan kerja dari daerah pertanian lebih memiliki orientasi bekerja sebagai pegawai negeri maupun pekerja pabrik. Kebijakan yang cenderung dominan pada industrialisasi yang bergantung pada bahan baku impor, secara tanpa disadari telah meminggirkan sektor pertanian. Menjadi petani yang profesional dan berkualitas terlewatkan dalam pengembangan SDM di Indonesia disertai dengan minimnya informasi, maupun kurikulum pendidikan yang menerangkan tentang arah industri pertanian yang akan dicapai bersama, melakukan sinergi industri pertanian dengan pertanian tradisional yang sering identik dengan produktivitas rendah, kualitas SDM maupun kepemilikan modal yang terbatas. Artikel ini bertujuan mengkaji serta melakukan konfirmasi data empiris yang berasal dari 188 daftar riwayat hidup maupun hasil assesmen psikologis lulusan sekolah menengah atas maupun kejuruan, serta program diploma di wilayah karesidenan Surakarta (Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Surakarta, dan Boyolali) yang merupakan daerah dengan kultur agraris. Kajian difokuskan pada latar belakang pendidikan, pekerjaan orang tua, ketrampilan maupun potensi yang dimiliki, profil kepribadian serta orientasi nilai hidup yang berarti di kalangan generasi muda di daerah agraris. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif serta pemaparan hasil statistik deskriptif Hasil kajian ini secara umum menunjukkan minimnya pengembangan ketrampilan dan kualitas sikap kerja kalangan generasi muda angkatan kerja pada masyarakat dengan latar belakang budaya agraris. Peran profesi psikologi dalam melakukan pendampingan untuk pengembangan profesi petani yang berkualitas sesuai kultur budaya dapat ditindaklanjuti melalui proses asesmen psikologis yang kontekstual secara kultural yang dapat diteruskan dalam bentuk intervensi informasi-edukasi, rancangan program pelatihan bagi para petani maupun generasi muda di daerah pertanian.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kualitas SDM – Petani – Psikologi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Maria Husnun Nisa
Date Deposited: 19 May 2015 07:59
Last Modified: 19 May 2015 07:59
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/33009

Actions (login required)

View Item View Item