Kritik Abul A’la Al-Maududi Terhadap Demokrasi Barat

Heriwanto, Heriwanto (2014) Kritik Abul A’la Al-Maududi Terhadap Demokrasi Barat. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Halaman Depan)
HALAMAN DEPAN.TESIS.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (BAB I)
BAB 1.pdf

Download (397kB)
[img] PDF (BAB II)
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (571kB)
[img] PDF (BAB III)
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (447kB)
[img] PDF (BAB IV)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (524kB)
[img] PDF (BAB V)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (178kB)
[img] PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (27kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (Naskah Publikasi)
PUBLIKASI ILMIAH.pdf

Download (622kB)

Abstract

Abul A‟la Al-Maududi membuat konsep kekhalifahan rakyat (khilafat-i-insaniyat) berlandaskan kedaualatan Tuhan (hukumat-i-ilahiyat). Kedaulatan Tuhan bukanlah Tuhan secara langsung mengambil keputusan-keputusan politik dalam negara, melainkan Tuhan telah memberikan keputusan-keputusan dalam syari‟ah yang harus dijalankan oleh pemerintah sebagai Khilafah Tuhan di negara tersebut. Pemerintahan Islam dapat disebut sebagai a devide democratic government(pemerintahan demokrasi berdasarkan ketuhanan). Atau menggunakan istilah theo-democracy (demokrasi ketuhanan) untuk menyebut sistem pemerintahan seperti itu. Jenis penelitian ini adalah penelitian bibliografis karena itu bersifat Studi Kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis-filosofis. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi. Data primer menggunakan buku dengan judul The Islamic Law and Constitution. Data sekunder menggunakan buku, jurnal dan literatur dari berbagai penulis. Analisis data menggunakan deskriptif-kualitatif yaitu 1) Reduksi Data 2) Penyajian Data 3) Pemahaman, Intepretasi dan penafsiran 4) Penarikan Kesimpulan atau verifikasi. Metode berfikir yang digunakan adalah metode berfikir induktif dan deduktif. Theo-demokrasi masih relevan pada level struktur dan moral. Rakyat diberikan kedaulatan, tetapi kedaulatan tersebut dibatasi oleh norma-norma dari Allah SWT. Negara diberikan peran untuk mengurus masalah-masalah yang berkaitan dengan agama khususnya yang bersentuhan dengan ketertiban umum. Negara melalui lembaga peradilan Mahkamah Konstitusi, memiliki kewenangan dalam menguji dan membatalkan keputusan-keputusan politik berupa undang-undang yang merupakan hasil suara mayoritas dalam parlemen. Mahkamah Konstitusi selalu menegaskan bahwa “Peradilan Dilakukan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: khilafah; theo-demokrasi; dan demokrasi Barat.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Pemikiran Islam
Depositing User: Duta Perpustakaan UMS
Date Deposited: 26 Mar 2015 03:40
Last Modified: 26 Mar 2015 03:40
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/32556

Actions (login required)

View Item View Item