KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KAMPUNG KRAJAN KELURAHAN MOJOSONGO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA

Prasetyo , Adi (2009) KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KAMPUNG KRAJAN KELURAHAN MOJOSONGO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
E100030020.pdf

Download (96kB)
[img] PDF
E100030020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (935kB)

Abstract

Penelitian ini adalah permukiman kumuh di Kampung Krajan Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres Kotamadya Surakarta dengan judul ” KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KAMPUNG KRAJAN KELURAHAN MOJOSONGO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA ”, adapun daerah penelitian dipilih karena di daerah kampung Krajan merupakan salah satu permukiman padat dan kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik yang berpengaruh terhadap tumbuhnya permukiman kumuh dan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap tumbuhnya permukiman kumuh didaerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, untuk pemilihan daerah penelitian dengan purposive sampling. Untuk pemilihan responden menggunakan random sampling. Dari 502 Kepala Keluarga (KK) diambil 10%, sehingga didapat 50 Kepala Keluarga (KK). Untuk analisa data menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Untuk memperoleh data dengan cara wawancara secara langsung untuk data primer dan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dengan penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini diketahui bahwa didaerah penelitian menunjukkan kelas umur responden tinggi dengan kondisi bangunan permanen terdapat 2 responden (4%), sedangkan kelas umur responden rendah dengan kondisi bangunan rumah non permanen terdapat 7 responden (14%), Hubungan tingkat pendidikan responden dengan kondisi bangunan rumah penduduk permanen terdapat 5 responden (10%) dengan tingkat pendidikan SLTA keatas, sedangkan kondisi bangunan rumah non permanen dengan tingkat pendidikan SD terdapat 25 responden (50%). Hubungan antara tingkat pendapatan dengan kondisi bangunan rumah penduduk berpengaruh secara langsung. Hal ini ditunjukkan dengan 4 responden (8%) yang mempunyai tingkat pendapatan tinggi mempunyai kondisi bangunan permanen, sedangkan 27 responden (54%) dengan tingkat pendapatan rendah mempunyai kondisi bangunan rumah non permanen. Hubungan mata pencaharian responden dengan kondisi bangunan rumah responden berpengaruh secara signifikan dengan 27 responden (54%) mempunyai pendapatan rendah kondisi bangunan rumahnya adalah non permanen, sedangkan responden yang mempunyai pendapatan tinggi memiliki bangunan rumah permanen,, ditunjukkan dengan jumlah responden sebanyak 4 responden (8%). Hubungan jumlah tanggungan keluarga responden dengan kondisi bangunan rumah di daerah penelitian berpepengaruh terhadap kondisi bangunan rumah responden. Hal ini ditunjukkan dengan 17 responden (34%) tanggungan keluarga tinggi mempunyai kondisi bangunan permanen, sedangkan tanggungan keluarga sedang mempunyai kondisi bangunan semi permanen dan non permanen masing-masing sebanyak 11 responden (22%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap tumbuhnya permukiman kumuh adalah faktor : pendidikan, pendapatan, mata pencaharian dan jumlah tanggungan keluarga. Sedangkan faktor umur tidak berpengaruh terhadap tumbuhnya permukiman kumuh.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Permukiman kumuh, sosial ekonomi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Divisions: Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 25 Jun 2009 08:54
Last Modified: 28 Oct 2011 04:49
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3184

Actions (login required)

View Item View Item