EFEKTIVITAS OUTBOUND TRAINING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK YANG MENGALAMI PENOLAKAN TEMAN SEBAYA

Halleyda, Nuriah (2008) EFEKTIVITAS OUTBOUND TRAINING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA ANAK YANG MENGALAMI PENOLAKAN TEMAN SEBAYA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyan Surakarta.

[img] PDF
F100040225.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Keterampilan sosial sebagai kemampuan individu untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan kemampuan menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Perkembangan sosial yang tidak optimal akan menyebabkan anak kesulitan dalam melatih keterampilan sosialnya. Hubungan sosial yang problematik pada masa anak-anak dapat menjadi prediksi perilaku-perilaku bermasalah seperti putus sekolah (drop out), kriminalitas, kenakalan remaja dan perilaku-perilaku psikopatologis pada masa-masa selanjutnya. Anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik akan dapat memperkirakan akibat-akibat yang mungkin timbul dari perilakunya. Anak akan mempunyai kemampuan mengidentifikasi perasan orang lain, kemampuan asertif, kemampuan mengatur dan mengendalikan emosi sehingga dapat mengontrol perilaku negatif. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak yang mengalami penolakan teman sebaya ialah dengan outbound training yaitu sebuah pelatihan di tempat terbuka (outdoor) yang menggunakan metode belajar dari pengalaman secara terstruktur (experience learning cycle method). Tujuan dari outbound training adalah untuk mengajarkan pengetahuan, melatih anak agar dapat menjalin hubungan sosial, dan mengajarkan bagaimana membentuk karakteristik pribadi yang mempunyai keterampilan sosial yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari outbound training dalam meningkatkan keterampilan sosial pada anak yang mengalami penolakan teman sebaya. Hipotesis yang diajukan adalah outbound training dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak yang mengalami penolakan teman sebaya secara signifikan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 20 anak yang mempunyai status penolakan teman sebaya, yang terseleksi melalui angket evaluasi diri, dan angket sosiometrik. Alat ukur penelitian ini adalah skala keterampilan sosial. Skala keterampilan sosial disusun berdasarkan aspek-aspek keterampilan sosial dari Moeslichatoen. Analisis data dengan menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon Signed Rangks Test. Diperoleh nilai sebesar Z= -2,353; p= 0,0095 (p < 0,025). Hasil ini menunjukkan ada peningkatan yang signifikan pemberian outbound training terhadap keterampilan sosial anak yang mengalami penolakan teman sebaya. Nilai rata-rata keterampilan sosial subjek (pretest) = 63,45, nilai rata-rata keterampilan sosial (posttest) = 71,55. Nilai rata-rata ini dapat diinterpretasikan bahwa ada peningkatan rata-rata keterampilan sosial sebelum dan sesudah diberi perlakuan (outbound training).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Outbound training, keterampilan sosial, anak yang mengalami penolakan teman sebaya.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 01 Sep 2008 03:33
Last Modified: 24 Feb 2011 05:47
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/318

Actions (login required)

View Item View Item