Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Trimester I dengan Berat Bayi Lahir di Kabupaten Semarang

FIRIZQINA, ARFA BIMA (2014) Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Trimester I dengan Berat Bayi Lahir di Kabupaten Semarang. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
Halaman_Depan.pdf

Download (151kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_1.pdf

Download (31kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (61kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (46kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (39kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
Daftar_Pustaka.pdf

Download (22kB)
[img]
Preview
PDF (Lampiran)
Lampiran.pdf

Download (558kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
Naskah_Publikasi.pdf

Download (159kB)

Abstract

Latar Belakang. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Proses kehamilan ditandai dengan terjadinya pertambahan berat badan digunakan sebagai indeks untuk menilai status gizi kehamilan. Pertambahan berat badan kehamilan yang kurang atau berlebih menunjukan ibu hamil menderita malnutrisi. Pertambahan berat badan ibu hamil trimester I adalah masa yang penting dimana terjadi proses pembentukan organ (organogenesis) yang memiliki pengaruh terhadap berat lahir. Berat lahir merupakan indikator yang penting dalam kehidupan neonatus dan bayi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pertambahan berat badan ibu hamil trimester I dengan berat bayi lahir di Kabupaten Semarang. Metode. Jenis penelitian yang digunakan ialah analitik observasi dengan pendekatan Cross Sectional. Besar sampel yang digunakan adalah sebanyak 86 sampel dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis. Hasil. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang meliputi Puskesmas Bancak, Tuntang, Pringapus, dan Sumowono pada tanggal 13 – 16 Desember 2013 dengan sampel penelitian sejumlah 86 orang. Semua sampel merupakan ibu yang melahirkan pada tahun 2012. Rentang usia terbanyak pada 20 – 34 tahun berjumlah 66 orang (76,7%), pertambahan berat badan kehamilan trimester I ≥ 1 kilogram ada 35 orang (40,7%), dan kurang ada 51 orang (59,3%), dan berat bayi lahir terbanyak pada 2500 – 3999 gram berjumlah 78 bayi (90,6%). Dari uji Pearson, didapatkan nilai r = 0,124 dan nilai p = 0,254 yang berarti korelasi antar variabel sangat lemah dengan arah korelasi terbalik yang tidak signifikan. Kesimpulan. Tidak ada hubungan pertambahan berat badan ibu hamil trimester I dengan berat bayi lahir di Kabupaten Semarang. Background. Pregnant women are one of the groups that are vulnerable to nutritional problems . The process is characterized by the occurrence of pregnancy weight gain is used as an index to assess the nutritional status of the pregnancy . Weight gain or excessive adverse pregnancy shows pregnant women suffer from malnutrition . Maternal weight gain first trimester is a critical period in which a process of formation of organs (organogenesis) which have an influence on birth weight . Birth weight is an important indicator in the lives of neonates and infants. Objective. This study aims to analyze the relationship between weight gain in first trimester of pregnancy and baby’s birth weight in Semarang Method. This type of research is observational analytic cross sectional approach. The sample size used was as much as 86 samples with simple random sampling technique. Data were obtained from medical records. Result. The study was conducted in Semarang includes Puskesmas Bancak, Tuntang, Pringapus, and Sumowono on December 13 to 16 December 2013, with a sample of 86 people. All samples are mothers who has labour in 2012. The age range most at 20-34 years old about 66 people ( 76.74 % ), weight gain ≥ 1 kilogram the first trimester of pregnancy there are 35 people ( 40,7 % ), and < 1 kilogram, there are 51 people ( 59,3 % ), and the birth weight at 2500-3999 gram totaled 78 infants ( 90,6 % ). From the pearson test, a score of r = 0.124 and p = 0.254, which means the correlation between variables is very weak and it has inverse correlation, it means the result is not significant. Conclusion. There was no relationship between weight gain in first trimester of pregnancy and baby’s birth weight in Semarang.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pertambahan berat badan, Kehamilan trimester I, Berat bayi lahir, Weight Gain, first trimester of pregnancy, birth weight
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kedokteran
Depositing User: Siti Nuzilah
Date Deposited: 17 Jun 2014 13:14
Last Modified: 17 Jun 2014 13:26
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/29461

Actions (login required)

View Item View Item