Konstruksi Nasionalisme Pada Film Tanah Surga Katanya (Analisis Semiotik untuk Pembelajaran PPKn)

Adiana, Wiwik (2014) Konstruksi Nasionalisme Pada Film Tanah Surga Katanya (Analisis Semiotik untuk Pembelajaran PPKn). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
1._HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Bab I)
2. BAB I.pdf

Download (158kB)
[img] PDF (Bab II)
3._BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
[img] PDF (Bab III)
4._BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (240kB)
[img] PDF (Bab IV)
5._BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab V)
6._BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (92kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
7._Daftar_pustaka.pdf

Download (199kB)
[img] PDF (Lampiran)
8._Lampiran__skri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
naskah_publikasi.pdf

Download (374kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mendiskripsikan konstruksi nasiona-lisme dalam film Tanah Surga Katanya (Analisis Semiotik untuk Pembelajaran PPKn). Tenik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik. Penelitian semiotik digunakan untuk mengetahui konstruksi nasionalisme pada film Tanah Surga Katanya melalui tanda yang berupa adegan maupun teks (dialog dan monolog) yang ditampilkan oleh pemain. Tindakan atau tingkah laku pemeran film Tanah Surga Katanya yang menunjukkan kisah Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965 hidup dengan kesendiri-an setelah istri tercinta meninggal. Hasyim memutuskan untuk tidak menikah dan tinggal bersama Haris serta dua orang cucu bernama Salman dan Salina. Hidup diperbatasan Indonesia Malaysia membuat persoalan tersendiri, karena masih didomisili oleh keterbelakangan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat perbatasan harus berjuang setengah mati untuk mempertahankan hidup, termasuk keluarga Hasyim. Kesetian dan loyalitas pada bangsa dan negara membuat Hasyim bertahan tinggal di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat konstruksi nasionalisme dalam film Tanah Surga Katanya. Nasionalisme sebagaimana ditampilkan oleh Salman dan Hasyim dalam film ini. Karakter nasionalisme dibuktikan dengan rasa cinta tanah air, bangga menjadi warga negara Indonesia, semangat bela negara, dan tetap tinggal di negeri sendiri tidak pindah ke negara lain (Malaysia). Film Tanah Surga Katanya dapat digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sekaligus referensi bagi pelaksanaan pembangunan nasionalisme.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nasionalisme, Film Tanah Surga Katanya, Analisis Semiotik, Pembelajaran PPKn
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kewarganegaraan
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 05 Apr 2014 08:52
Last Modified: 01 Apr 2015 07:29
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/28551

Actions (login required)

View Item View Item