Pandangan Muhammad Rasyid Ridha Terhadap Argument Pluralism Agama Dalam Tafsir Al Mannar

Fanani, Zahrodin and , Dr.Muindinillah Basri, M.A and , Dr.Abdul Kholiq Hasan,M.Ed (2013) Pandangan Muhammad Rasyid Ridha Terhadap Argument Pluralism Agama Dalam Tafsir Al Mannar. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
naskah_publikasi.pdf

Download (710kB)
[img]
Preview
PDF (Halaman depan)
bab_01,__halaman_awal.pdf

Download (718kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
bab_1,_tentang_metodologi_.pdf

Download (468kB)
[img] PDF (Bab II)
bab_2,_biografi_rasyid_riha_dan_al_mannar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (187kB)
[img] PDF (BAb III)
Bab_3,_penafsiran_rasyid_ridho_td_ayat_argumen_pluralisme_agama.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Bab IV)
Bab_4,__ANALISIS_PANDANGAN_PLURALIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BAb V)
bab_5,_kesimpulan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (68kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
bab_6,_maroji'_.pdf

Download (118kB)

Abstract

Tesis yang berjudul Pandangan Muhammad Rasyîd Ridhâ Terhadap Pluralisme Agama Dalam Tafsîr Al Mannâr ini mempunyai tiga tujuan yaitu: pertama, ditujukan untuk mengetahui benarkah Muhammad Rasyîd Ridhâ mengakui Pluralisme agama, kedua, ditujukan untuk mengetahui penafsiran Muhammad Rasyîd Ridhâ terhadap ayat-ayat yang diklaim sebagai argument pluralisme agama, ketiga, ditujukan untuk mengetahui sebab mengapa Rasyîd Ridhâ sering dijadikan rujukan oleh para pemaham Pluralisme Agama. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dalam menganalisa data yang ada. Penggunaan metode analisis kualitatif deskriptif ini diharapkan bisa mendeskripsikan permasalahan dan data yang berkaitan dengan tema penelitian, guna mendapatkan kesimpulan tentang pandangan Muhammad Rasyîd Ridhâ terhadap pluralisme agama. Riset ini menghasilkan kesimpulan bahwa Rasyid Ridha dalam bidang toleransi menyimpulkan, Islam adalah agama yang tidak memperbolehkan pencelaan terhadap tuhan-tuhan agama lain, karena akan berujung kepada penistaan dan keributan antar agama. Islam juga mengakui keberadaan agama ahli kitab sebelum Islam, agama tersebut mempunyai wahyu khusus yang diturunkan kepada mereka, dan keselamatan ummatnya bergantung kepada ketaatan terhadap wahyu tersebut. Rasyid juga menyimpulkan bahwa sikap Islam terhadap orang di luar Islam (kafir) sangat bervariasi, Islam akan berbuat baik terhadap kaum yang berbuat baik kepadanya, namun sebaliknya Islam akan menyerang kaum yang menantang dan menyerangnya. Rasyid Ridha memperbolehkan pernikahan dengan ahli kitab, dengan syarat-syarat yang islami, namun berbeda dengan pernikahan muslim terhadap orang orang musyrik, ia mengharamkan pernikahan tersebut secara mutlaq. Rasyid Ridha menyimpulkan bahwa melaksanakan jihad adalah secara kontekstual, bila tantangan yang sedang dihadapi kaum muslim adalah tantangan senjata, maka mengangkat senjata itu wajib, akan tetapi bila tantangan yang dihadapi adalah tantangan pemikiran, maka membekali kaum muslim dari pengeroposan aqidah mereka, adalah sebuah kewajiban. Seluruh tema tersebut ditafsirkan Rasyid Ridha menggunakan asas dan metode tafsir yang ada dalam lingkup ilmu tafsir, sehingga bisa disimpulkan bahwa Rasyid Ridha tidak pernah mendasarkan lima tema tersebut dengan dasar pluralisme agama, jadi kesimpulan akhir dari tesis ini adalah Rasyid Ridha tidak pernah mengakui dan membenarkan Pluralisme agama.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pluralisme agama, Rasyid Ridha, Pemikiran Rasyid Ridha.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Pemikiran Islam
Depositing User: Edy Susilo
Date Deposited: 10 Jan 2014 13:12
Last Modified: 25 Oct 2021 05:55
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/27368

Actions (login required)

View Item View Item