HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) KELUARGA DENGAN SIKAP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA

HENDRAWATI , PRATIWI ARI (2008) HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) KELUARGA DENGAN SIKAP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J210040054.pdf

Download (97kB)
[img] PDF
J210040054.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

World Health Organization (WHO) dalam annual report on global TB control 2003 menyatakan terdapat 22 negara dikategorikan sebagai high-burden countries terhadap TBC, termasuk Indonesia. Pengobatan pada penderita TBC dapat dilakukan dengan beberapa kombinasi obat yang memang ditujukan untuk membasmi kuman. WHO merekomendasikan strategi pengobatan DOTS, yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat. Pada umumnya, individu cenderung memiliki sikap yang searah dengan sikap orang yang dianggap penting. Kecenderungan ini antara lain di motivasi oleh keinginan untuk bervariasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting. Melalui pemberdayaan keluarga sehingga anggota rumah tangga yang lain dapat berperan sebagai pengawas menelan obat (PMO), sehingga tingkat kepatuhan minum obat penderita dapat ditingkatkan yang pada gilirannya kesembuhan dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi pengawas menelan obat keluarga dengan sikap penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Banyuanyar Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional bermaksud untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung dengan melakukan pengukuran sesaat. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Banyuanyar Surakarta dengan mengambil sampel 35 reponden. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh. Tehnik pengambilan data menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis data chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengawas menelan obat keluarga di puskesmas Banyuanyar Surakarta memiliki partisipasi aktif yaitu (60%). 2) Penderita TBC di puskesmas Banyuanyar Surakarta mempunyai sikap baik dalam pengobatannya yaitu (62,9%). 3) Terdapat hubungan signifikan antara partisipasi pengawas menelan obat keluarga dengan sikap penderita tuberlukosis paru di puskesmas Banyuanyar Surakarta. 4) Koefisien korelasi chi Square adalah sebesar 3,998 dengan nilai signifikansi p-value = 0,046 (p < 0,05), terbukti signifikan pada taraf signifikansi 5%. 5) Sikap penderita tuberkulosis paru dipengaruhi oleh partisipasi pengawas menelan obat keluarga sebesar 10,8%. 6) nilai rasio prevalens sebesar 1,778, partisipasi PMO di keluarga 2x mempengaruhi secara positif terhadap sikap penderita tuberkulosis paru .

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penderita TB, partisipasi PMO, sikap penderita TB
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan
Depositing User: Edy Suparno
Date Deposited: 16 Jun 2009 03:48
Last Modified: 11 Dec 2014 12:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2731

Actions (login required)

View Item View Item