Formulasi Sediaan Sabun Padat Sari Beras (Oryza sativa) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis

Sameng, Mr. Wanhusen and , Rima Munawaroh, M.Sc., Apt and , Suprapto, M.Sc., Apt (2013) Formulasi Sediaan Sabun Padat Sari Beras (Oryza sativa) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (176kB)
[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
COVER-INTISARI.pdf

Download (305kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_1.pdf

Download (135kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (51kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (95kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (322kB)

Abstract

Beras merupakan makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk di Asia. Kandungan zat tocals yang terdapat di dalam beras bisa untuk merawat kulit, beberapa produk kosmetik digunakan untuk perawatan seperti jerawat. Jerawat atau yang sering dikenal dengan istilah acne vulgaris terjadi akibat adanya suatu peradangan pada kelenjar pilosebasea yang ada di kulit. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya infeksi beberapa bakteri, salah satunya bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat sari beras terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis setelah diformulasikan dalam sediaan sabun beras padat. Sabun beras diformulasi dengan menggunakan 3 sari beras, yaitu sari beras putih, merah, dan hitam. Uji aktivitas antibakteri sabun beras padat dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran. Ketiga formulasi tersebut diuji aktifitas antibakterinya pada Staphylococcus epidermidis dengan sabun beras melati® sebagai kontrol positif dan formulasi tanpa sari beras sebagai kontrol negatif. Hasil yang diperoleh dari pengukuran diameter zona hambat, setelah sari beras diformulasi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Pada sabun beras putih dengan penambahan sari beras putih dengan zona hambat 14,87±0,63 mm, pada sabun beras merah dengan zona hambat 14,5±0,58 mm, dan sabun beras hitam memberikan zona hambat sebesar 14,37±1,25 mm, pada kontrol positif terdapat zona hambat yang paling besar yaitu 20,25±1,71 mm, dan kontrol negatif juga terdapat zona hambat sebesar 14,13±0,85 mm.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Beras (Oryza sativa L.), Staphylococcus epidermidis, Sabun padat.
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 08 Jan 2014 12:04
Last Modified: 21 Oct 2021 05:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/27308

Actions (login required)

View Item View Item