Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Hemiplegi Dexstra Post Stroke Acute Non Haemoregic Di RSUD Pandan Arang Boyolali

Kumalasari, Eva Uci (2013) Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Hemiplegi Dexstra Post Stroke Acute Non Haemoregic Di RSUD Pandan Arang Boyolali. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
Halaman_Depan.pdf

Download (282kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_I.pdf

Download (20kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (80kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (17kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (18kB)
[img] PDF (Lampiran)
Halaman_Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (210kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
Naskah_Publikasi.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Stroke atau manifestasi CVD (cerebro vaskuler disease) mempunyai etiologi dan patogenesis yang multi komplek. Otak tidak berdiri sendiri di luar lingkup kerja jantung dan susunan vaskuler, jika integritas itu diputuskan sehingga sebagian dari otak berdiri sendiri di luar lingkup kerja organorgan tubuh sebagai suatu keseluruhan, maka dalam keadaan terisolasi itulah timbul kekacauan dalam ekspresi (gerakan) dan persepsi (sensorik dan fungsi luhur) suatu keadaan yang kita jumpai pada penderita yang mengidap stroke (Mahar dan Shidarta, 2010). Rumusan Masalah: apakah ada manfaat penatalaksanaan fisioterapi pada kondisi Hemiplegi Post Stroke Akut Non Haemoregik dapat meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan fungsional berupa transfer dan ambulasi. Tujuan: untuk mengetahui tentang manfaat penatalaksanaan fisioterapi pada kondisi Hemiplegi Post Stroke Akut Non Haemoregik dengan modalitas terapi latihan berupa Sweap Taaping dan latihan secara aktif dan pasif. Hasil: Setelah di lakukan fisioterapi sebnyak 6 kali didapat hasil peningkatan kekuatan otot Adduktor shoulder, Abduktor shoulder, Fleksor elbow, Ekstensor shoulder, Fleksor wrist, Ekstensor wrist, Fleksor jari tangan, Ekstensor jari tangan, Fleksor hip, Ekstensor hip, Fleksor knee, Ekstensor knee, Plantar fleksor ankle, Dorso fleksor angkle, dan peningkatan aktifitas fungtional pada terapi ke-6. Kesimpulan: Stroke non hemoragik adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan aliran darah ke sebagian otak berkurang atau terhenti. Hal ini dapat disebabkan misalnya oleh sumbatan thrombus atau embolus atau kelainan pada jantung yang mengakibatkan curah jantung berkurang, atau oleh tekanan perfusi yang menurun (Lumbantobing, 2003). Problematika fisioterapi yang di hadapi adalah keterbatasan gerak pada AGA dan AGB kanan, kelemahan otot anggota gerak kanan. Dengan menggunakan modalitas Terapi Latihan berupa sweap taping dan latihan aktif pasif bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan serta mengoptimalkan aktifitas fungsonal didapatkan hasil peningkatan kekuatan otot dan peningkatan aktifitas fungsional.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Hemiplegi post SNH, Terapi Latihan
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Fisioterapi D3
Depositing User: Users 10 not found.
Date Deposited: 21 Nov 2013 07:00
Last Modified: 21 Nov 2013 08:12
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/26833

Actions (login required)

View Item View Item