Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah

Suprihatin, Nur (2013) Tinjauan Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton dengan Serat Kawat Bendrat Berbentuk “W” Sebagai Bahan Tambah. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (440kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_I.pdf

Download (20kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (255kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (768kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (337kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (127kB)
[img] PDF (Bab VI)
BAB_VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (13kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (854kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (231kB)

Abstract

Beton adalah bagian terpenting dari suatu konstruksi. Beton dapat digunakan untuk berbagai bangunan, misalnya pada bangunan gedung, bangunan air, jalan raya, dan lain lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan serat kawat berbentuk “W” terhadap kuat tekan dan kuat tarik beton pada umur 28 hari dengan fas 0,55, metode perancangan menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI T-15-1990-03). Persentase penambahan kawat bendrat berbentuk “W” : 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1,0%, dari berat total benda uji beton silinder dengan variasi panjang serat kawat adalah 4 cm, 6 cm, dan 8 cm, dimensi benda uji berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil pengujian pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 4 cm (BF 1) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,5 %, sebesar 21,62 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 6 cm ( BF 2 ) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 23,14 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 8 cm ( BF 3 ) nilai kuat tekan maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 26,03 MPa. Dari semua variasi, kuat tekan maksimum beton terjadi pada variasi panjang kawat 8 cm (BF 3) dengan persentase 0,75 %, mengalami penambahan kuat tekan sebesar 26,03 MPa. Ditinjau dari beton normal, kuat tekan maksimum mengalami penambahan kuat tekan sebesar 36,37 %. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 4 cm (BF 1) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,5 %, sebesar 7,037 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 6 cm (BF 2) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 7,556 MPa. Pada variasi panjang serat kawat bendrat berbentuk W 8 cm (BF 3) nilai kuat Tarik belah maksimum terjadi pada persentase 0,75 %, sebesar 8,252 MPa. Dari semua variasi, kuat tarik belah maksimum beton terjadi pada variasi panjang kawat 8 cm (BF 3) dengan persentase 0,75 %, mengalami penambahan kuat tarik belah sebesar 8,252 MPa. Ditinjau dari beton normal, kuat tarik belah maksimum, mengalami penambahan kuat terik belah sebesar 65,282%. Dengan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kawat bendrat berbentuk W pada campuran beton, dapat meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kuat tekan, Kuat tarik belah beton, Serat kawat.
Subjects: T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Users 1514 not found.
Date Deposited: 24 Oct 2013 07:02
Last Modified: 24 Oct 2013 07:04
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/26507

Actions (login required)

View Item View Item