PEMIKIRAN IBNU TAIMIYYAH TENTANG MEKANISME PASAR DALAM EKONOMI ISLAM

MATRANI, MUHAMMAD AIDI (2008) PEMIKIRAN IBNU TAIMIYYAH TENTANG MEKANISME PASAR DALAM EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
I000040027.pdf

Download (149kB)
[img] PDF
I000040027.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (368kB)

Abstract

Kegagalan sistem-sistem ekonomi yang ada untuk merealisasikan sasaran sasaran yang diinginkan seperti pemenuhan kebutuhan dasar, kesempatan kerja penuh dan distribusi pendapatan dan kekayaan yang merata atau secara umum dapat dikatakan gagal mewujudkan keadilan dan stabilitas mendorong para pakar ekonomi untuk mencari sistem ekonomi alternatif yang bisa mengatasi masalah-masalah tersebut. Salah satunya adalah melirik kembali sistem ekonomi Islam yang selama ini dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Salah satu tokoh yang pemikirannya dijadikan rujukan dalam ekonomi Islam adalah Ibnu Taimiyyah. Ibnu Taimiyyah adalah seorang ulama dan sarjana muslim yang hidup jauh sebelum founding fathernya ilmu ekonomi modern Adam Smith lahir dan menulis The Wealth of Nations. Namun, pada saat itu beliau sudah menulis konsep-konsep ekonomi yang sangat futuristik dan masih relevan hingga saat ini. Konsep-konsep ekonominya bukan hanya dijadikan rujukan oleh ekonom muslim tetapi juga oleh ekonom-ekonom barat. Dalam skripsi ini dipaparkan pemikiran Ibnu Taimiyyah tentang pasar dalam ekonomi Islam. Beliau menjelaskan mekanisme permintaan dan penawaran dalam pasar yang kompetitif, harga yang Setara, faktor penyebab pergeseran kurva permintan dan penawaran dan apa dampak jika ada intervensi dari pemerintah. Pemikirannya ini berbeda dengan pasar yang diidealkan oleh sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Pasar yang ideal menurut sistem ekonomi kapitalis adalah pasar yang bebas (perfect competition market), karena jika individu dibebaskan untuk memenuhi kepentingannya sendiri dengan caranya sendiri maka secara otomatis kepentingan masyarakat secara keseluruhan akan tercapai. Pemerintah sama sekali tidak boleh melakukan intervensi atau campur tangan di dalamnya karena akan mengganggu keseimbangan dalam pasar tersebut. Sosialisme memiliki pandangan sebaliknya, yaitu meniadakan peranan pasar dan pemerintahlah yang berperan aktif dalam menyelesaikan dan mengatur seluruh persoalan perekonomian. Pemerintah, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sendiri kebijakan ekonomi. Untuk mempermudah dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan historis-normatif-filosofis untuk memperoleh data biografi pemikiran Ibnu Taimiyyah dan menganalisis sejauh mana pemikiran yang diungkapkan sampai kepada landasan yang mendasari pemikiran tersebut. Dalam menganalisis data penulis menggunakan metode induktif yaitu memahami dengan lebih baik fisi dan gaya khusus pemikiran Ibnu Taimiyyah kemudian diambil kesimpulan umum, deduktif yaitu menelaah dan meneliti data yang bersifat umum untuk diambil kesimpulan yang bersifat khusus, dan deskriptif yaitu menguraikan secara teratur seluruh konsepsi dan pemikiran Ibnu Taimiyyah mengenai pasar. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pasar yang diidealkan oleh Ibnu Taimiyyah adalah pasar bebas dalam bingkai nilai dan moralitas Islam, yaitu pasar yang bersaing bebas –kompetitif dan tidak terdistorsi- antara permintaan dan penawaran. Ibnu Taimiyyah melarang intervensi pemerintah dalam pasar karena akan menganggu ekuilibrium pasar, kecuali jika ada yang mendistorsinya, seperti penimbunan. Kata kunci: Ibnu Taimiyyah, Pasar, Ekonomi Islam

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ibnu Taimiyyah, Pasar, Ekonomi Islam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Agama Islam > Hukum Ekonomi Syariah (HES)
Depositing User: Mrs Esti Handayani
Date Deposited: 12 Jun 2009 08:39
Last Modified: 04 Jan 2012 04:46
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2588

Actions (login required)

View Item View Item