PEMIKIRAN KARL MARX TENTANG EKONOMI PERSPEKTIF ISLAM

SEPTYO.W, R. BORIS. (2008) PEMIKIRAN KARL MARX TENTANG EKONOMI PERSPEKTIF ISLAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
I000040005.pdf

Download (257kB)
[img] PDF
I000040005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (592kB)

Abstract

Skripsi ini mengambil judul “Pemikiran Karl Marx Tentang Ekonomi Perspektif Islam”, penulis tertarik untuk menggali lebih dalam tentang sosok seorang ekonom Karl Marx karena jika di bandingkan dengan pemikir-pemikir ekonom yang lain seperti Fried Engles, Vladimir Ilyich Lenin, Antonio Gramsci dan Mao Zedong, seorang Karl Marx begitu banyak memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap ekonomi di seluruh dunia. Karl Marx mungkin ekonom pertama yang menciptakan aliran pemikiran sendiri, dengan metodeloginya dengan bahasa yang khas. Di dalam bukunya Das Capital dia mengontraskan sistemnya dengan sistem pendukung Laissef Faire antara Adam Smith dan David Ricardo. Karl Marx menyebut Laissef Faire sebagai “aliran klasik”. Dalam mengembangkan pendekatan marxis untuk ekonomi, dia menciptakan kosa katanya sendiri seperti: nilai surplus, reproduksi, borjuis dan proletarian, matrealisme historis, ekonomi vulgar, kapitalisme monopoli, dan sebagainya. Dia bahkan menciptakan istilah “kapitalisme”. Sejak adanya seorang Karl Marx ilmu ekonomi menjadi berubah hingga mempengaruhi kawasan Asia bahkan sampai di Indonesia. Pemikiran Karl Marx Tentang Ekonomi dalam pandangan Islam sebenarnya tidak ada pertentangan, karena sebenarnya Karl Marx itu mempunyai tujuan yang mulia, yaitu ingin membebaskan manusia dari penindasan, perbudakan dan ketidak adilan terutama di bidang ekonomi, karena menurut Karl Marx manusia hanya dapat dibebaskan apabila hak milik pribadi atas produksi di hapus, bagaimanapun menurut Karl Marx faktor yang menentukan sejarah bukanlah politik atau ideologi melainkan ekonomi. Dan sistem ekonomi yang ingin di rubah atau di reformasi oleh Karl Mark adalah sistem ekonomi kapitalis karena sistem ini di anggapnya sangat bertentangan dengan hati nuraninya sebagai manusia. Pengabungan teori klasik tentang nilai dan teori upah untuk membuktikan ketidak adilan yang melekat pada sistem kapitalisme sebetulnya sudah dilakukan lebih dahulu oleh Johan Karl Rodbertus seorang ekonom Jerman, ia mendahului Marx dalam mengemukakan teori krisis ekonomi. Hal inilah yang menimbulkan depresi berulang kali di mana di satu pihak kaum kapitalis memiliki kelebihan barang sedangkan di lain pihak para buruh menganggur dan serba kekurangan. Meskipun teori Marx tentang depresi ini masih sangat kasar dan belum lengkap tetapi pantas di puji karena ia merupakan salah satu ekonom pertama yang dengan jelas menunjukan suatu kelemahan yang genting dari sistem kapitalis. Akhirnya ini semua membawa Karl Marx pada kesimpulan bahwa ekonomi kapitalisme akan menghasilkan kehancurannya sendiri. Karena kapitalisme seluruhnya terarah pada keuntungan pemilik sebesar-besarnya, kapitalisme menghasilkan penghisapan manusia, pekerja dan karena itu pertentangan kelas paling tajam. Karena itu produksi kapitalistik semakin tidak terjual karena semakin tak terbeli oleh masa buruh yang sebenarnya membutuhkan. Produksi kapitalis itulah yang akhirnya akan melahirkan hak milik pribadi atas alat produksi dan mewujudkan masyarakat sosialis tanpa kelas.Prinsip ini sama dengan dasar dari sistem ekonomi Islam yang mengatakan bahwa vi pemilik mutlak yang ada di alam ini adalah Allah SWT manusia hanya diberikan hak milik terbatas oleh Allah SWT atas sumber daya ekonomi, dan intinya Allah SWT menciptakan alam ini adalah untuk sarana hidup bagi makhluknya dan manusia hanya mengemban amanah yang Allah SWT berikan. Konsep di dalam Islam dikatakan bahwa hak milik pribadi maupun umum mutlak berbeda dengan kapitalisme atau komunisme, di bawah kapitalisme hak milik pribadi tidak dibatasi dan mutlak, sedangkan dibawah komunisme berlaku pengurangan hak-hak milik pribadi. Dalam Islam hak-hak milik pribadi diakui secara wajar dan tidak dibatasi seperti kapitalisme dan tidak ada pula penekanan seperti yang berlaku pada komunisme. Hak-hak kepemilikan diberikan pada perorangan atau negara dengan satu pertimbangan, yaitu kepentingan terbaik bagi masyarakatnya. Akhirnya, penulis menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak dan tak ada yang sempurna selain Allah, karena pembahasan ini masih terdapat banyak kekurangan, yang itu semua tidak terlepas dari ketidak mampuan penulis untuk selalu benar tanpa adanya cacat. Kendati tidak ada titik akhir dan puas dalam suatu pembahasan ke ilmuan, setidaknya pembahasan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, peminat dan pengkaji pemikiran Karl Marx Tentang Ekonomi dalam pandangan Islam.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Karl Marx, Ekonomi Perspektif Islam
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Agama Islam > Syari'ah
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 12 Jun 2009 08:10
Last Modified: 20 Jan 2012 03:56
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2579

Actions (login required)

View Item View Item