CERITA RAKYAT KAHYANGAN DI KELURAHAN DLEPIH KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI DAN FUNGSINYA BAGI MASYARAKAT: TINJAUAN RESEPSI

KURNIAWAN, HERLAN (2008) CERITA RAKYAT KAHYANGAN DI KELURAHAN DLEPIH KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI DAN FUNGSINYA BAGI MASYARAKAT: TINJAUAN RESEPSI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310040121.pdf

Download (265kB)
[img] PDF
A310040121.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (488kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan struktur yang membangun cerita rakyat Kahyangan, (2) mendeskripsikan resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Kahyangan, (3) mendeskripsikan fungsi cerita rakyat Kahyangan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif. Objek penelitian adalah struktur cerita rakyat Kahyangan yang dibatasi pada tema, alur, penokohan, latar,dan resepsi masyarakat serta fungsi bagi masyarakat. Data penelitian ini adalah pendapat dari hasil wawancara dengan juru kunci, penduduk sekitar, serta tamu yang datang ke tempat tersebut. Sumber data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari informan penelitian, yaitu juru kunci, masyarakat sekitar, dan pengunjung. Sumber data sekunder adalah buku Petilasan Pertapaan Kahyangan Dlepih yang ditulis Ramelan pada tahun 1999 dan buku pelajaran Sejarah kelas VII. Teknik engumpulan data dalam penelitian ini, yaitu teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis cerita rakyat ini mengunakan analisis interaktif. Hasil penelitian berdasarkan analisis struktural, yaitu tema: untuk mencapai cita-cita yang tinggi harus diraih dengan kerja keras. Alur berdasarkan konsep Vladimir Propp: (1) salah seorang anggota keluarga mempunyai keinginan untuk memiliki sesuatu; (2) pahlawan meninggalkan rumah; (3) suatu tugas yang berat dibebankan/ diberikan kepada pahlawan; (4) pahlawan sampai di tempat yang ia cari; (5) pahlawan bertemu dengan pembantu sakti; (6) tugas dapat diselesaikan; (7) pahlawan pulang; (8) pahlawan dan penjahat terlibat dalam pertarungan; (9) penjahat dibunuh; (10) pahlawan diberi kedudukan; (11) pahlawan menaiki tahta. Tokoh: Sutowijoyo/ Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan, Arya Pangiri, Kanjeng Ratu Kidul, Nyai Widyanagga, Nyai Puju, Kyai Puju. Latar tempat, yaitu Kerajaan pajang, Desa Kalak, Kahyangan, Kelurahan Dlepih, Tanah Mentaok. Latar waktu yaitu masa transisi antara hancurnya Kerajaan Pajang dan berdirinya Kerajaan Mataram. Latar sosial terdapat dua latar belakang sosial kehidupan yang terlihat sangat kontras, yaitu kehidupan Kerajaan Pajang dengan segala kemewahannya dan kehidupan Kelurahan Dlepih dengan segala kesederhanaannya. Hasil penelitian berdasarkan tinjauan resepsi menunjukkan ada dua resepsi/tanggapan masyarakat, yaitu tanggapan pasif dan tanggapan aktif. Hasil penelitian berdasarkan fungsi cerita rakyat “Kahyangan” bagi masyarakat ada empat, yaitu (1) sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kolektif, (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (3) sebagai alat pendidikan anak, (4) sebagai alat pemaksa agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota olektifnya.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: struktur, resepsi dan fungsi cerita
Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 11 Jun 2009 03:52
Last Modified: 10 Dec 2014 07:37
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2455

Actions (login required)

View Item View Item