Analisis Kalimat Tanya Dalam Wacana Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan

Muriyani, Muriyani (2013) Analisis Kalimat Tanya Dalam Wacana Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Muhidin M. Dahlan. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
03._Halaman_Depan.pdf

Download (253kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
04._BAB_I.pdf

Download (120kB)
[img] PDF (Bab II)
05._BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (177kB)
[img] PDF (Bab III)
06._BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (123kB)
[img] PDF (Bab IV)
07._BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (288kB)
[img] PDF (Bab V)
08._BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (141kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
09._Daftar_Pustaka.pdf

Download (140kB)
[img] PDF (Lampiran)
10._LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (437kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
02._NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (317kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembentukan kalimat tanya dan mendeskripsikan makna kalimat tanya dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih. Hasil penelitian ini sebagai berikut: pembentukan kalimat tanya dalam wacana novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan melalui lima cara antara lain: 1. Menambahkan kata tanya apa atau apakah, seperti kalimat Apa mereka tidak tahu bahwa menggunjing adalah perbuatan yang dilarang dan merusak hati serta kekhusukan ibadah? dan kalimat Apakah cuma begini usaha-usaha yang dilakukan di pos ini? 2. Membalikkan urutan kata dan menambah partikel, seperti kalimat Salahkah cara beragamaku? 3. Memakai kata bukan, boleh, tidak dan variasinya, seperti kalimat “Saya hanya berdialog, sebagaimana saudara seiman akan berbagi hikmah dengan saudaranya. Bukan begitu?”, kalimat “Mbak, boleh nggak aku kenal sama yang lainnya?” dan kalimat “Liat, bagus tidak bodiku?” 4. Mengubah intonasi kalimat, seperti kalimat “Kamu Islam?” dan 5. Memakai kata tanya siapa, seperti kalimat “Siapa takut. Sekarang atau nanti?”, kata tanya kapan, seperti kalimat “Kapan biasanya pengajian itu Mi?”, kata tanya mengapa dan variasinya, seperti kalimat Mengapa bisa begini?, kata tanya bagaimana, seperti kalimat “Bagaimana Kiran, kamu sudah agak paham?”. Deskripsi makna kalimat tanya dalam wacana novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan berdasarkan responsi ditemukan: 1. Responsi Total, seperti kalimat “Saya hanya berdialog, sebagaimana saudara seiman akan berbagi hikmah dengan saudaranya. Bukan begitu?” responsinya: “Iya, tapi jangan... jangan berdiskusi denganku. Sekarang ini jangan.”, 2. Responsi Parsial, seperti kalimat “Hei ke mana Rahmi? Pakaiannya kok tidak ada?“, responsinya: ”Nggak tahu. Pindah Kali.”dan 3. Tanpa Responsi, seperti kalimat Apakah Tuhan sudah kehilangan alat permainan?

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kalimat Tanya, Novel.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 25 Jun 2013 07:37
Last Modified: 25 Jun 2013 07:37
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/24515

Actions (login required)

View Item View Item