CERITA RAKYAT KYAI SAYIDIMAN DI DESA MERTAN KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO: TINJAUAN RESEPSI SASTRA

KISWANTI, YULI (2008) CERITA RAKYAT KYAI SAYIDIMAN DI DESA MERTAN KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO: TINJAUAN RESEPSI SASTRA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310040099.pdf

Download (189kB)
[img] PDF
A310040099.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk:(1) mendiskripsikan struktur cerita rakyat Kyai Sayidiman;(2)mendeskripsikan resepsi masyarakat terhadap cerita rakyat Kyai Sayidiman. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif induktif. Sumber data primer adalah penutur yang dianggap tahu tentang makam Kyai Sayidiman, yaitu masyarakat Mertan, pengunjung dan juru kunci.Sumber data sekunder penelitian ini antara lain: buku yang berjudul legenda Kyai Sayidiman karangan Sunardi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara,observasi,dokumentasi,simak catat. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dari Milles Huberman dengan kerangka pikir induktif. Analisis cerita ini dengan menggunakan pendekatan struktural dan resepsi cerita rakyat Kyai Sayidiman memiliki struktur Tema dan amanat, tema dalam cerita ini adalah perjuangan seorang tokoh untuk menyebarkan agama Islam. Amanat yang terkandung dalam cerita adalah seorang manusia harus berusaha dan berdoa kepada Allah. Ilmu yang dimiliki disebarkan kepada orang lain. Analisis alur cerita rakyat Kyai Sayidiman berdasarkan konsep Vladimir Proop:(a)Pahlawan meninggalkan rumah(b)Salah satu kelompok hendak berpergian(c)Pahlawan diminta atau diperintah untuk menjalankan tugas(d)Suatu informasi diberikan kepada pahlawan tetap melanjutkan perjalanan(e)Penjahat mencoba melakukan pengintaian dan penjahat menerima informasi tentang korbannya(f)Pahlawan dikejar(g)Pahlawan kembali(h)Pahlawan pulang ke negaranya. Pelaku dan perwatakan yang ditampilkan dalam cerita rakyat Kyai Sayidiman adalah Kyai Sayidiman, Raden Ayu Serang, dan Hanggirisrono. Latar cerita rakyat Kyai Sayidiman adalah di Desa Mertan, cerita ini terjadi pada tahun 1825-1830. Dari cara masyarakat merealisasikanya pendekatan resepsi dibedakan menjadi dua yaitu tanggapan aktif dan pasif. Tanggapan aktif dalam penelitian ini, yaitu masyarakat menolak bahwa tempat (makam) tersebut dijadikan sebagai wahana untuk mengabulkan segala permintaan dan beranggapan bahwa tempat itu hanya digunakan sebagai sarana melakukan ibadah, masalah diterima atau tidaknya permintaan tergantung pada Allah SWT. Tanggapan pasif dalam penelitian ini, yaitu masyarakat percaya bahwa makam tersebut sebagai tempat yang dapat mengabulkan doa. Dilihat dari tindakan masyarakat., tanggapan informan digolongkan menjadi dua yaitu tanggapan positif dan negatif. Tanggapan positif berupa perasaan bangga dari informan yang menjelaskan tujuan dari kunjungannya ke makam untuk silaturahmi dan mengenang tokoh agamanya serta untuk berziarah. Tanggapan negatif dalam penelitian ini berupa perasaan sedih, jengkel dan antipati, karena informan menolak adanya kunjungan ke makam. Kata kunci: struktural, Resepsi sastra

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: struktural, Resepsi sastra
Subjects: P Language and Literature > PQ Romance literatures
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 10 Jun 2009 08:51
Last Modified: 12 Dec 2014 11:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2428

Actions (login required)

View Item View Item