NILAI-NILAI BUDAYA DALAM NOVEL TIBA-TIBA MALAM KARYA PUTU WIJAYA: TINJAUAN SEMIOTIK

SUNARTI, SUNARTI (2008) NILAI-NILAI BUDAYA DALAM NOVEL TIBA-TIBA MALAM KARYA PUTU WIJAYA: TINJAUAN SEMIOTIK. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310040041.pdf

Download (202kB)
[img] PDF
A310040041.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (541kB)

Abstract

Penelitan ini mengangkat masalah, yaitu (1) Bagaimana unsur-unsur yang membangun novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya? ; (2) Apa sajakah nilai-nilai budaya yang terdapat dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya dengan menggunakan tinjauan semiotik sastra ?. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) Untuk mendeskripsikan unsur-unsur yang membangun novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya ; (2) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya dengan menggunakan tinjauan semiotik Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek Penelitian ini adalah nilai-nilai budaya dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya. Data penelitian ini adalah kata, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam novel Tiba-Tiba Malam karya Putu Wijaya. Sumber data penelitian ini berupa sumber data primer yaitu novel TTM karya Putu Wijaya terbitan PT. Kompas Media Nusantara setebal 236 halaman. Teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu menggunakan teknik pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Analisis novel dalam penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dan semiotik. Hasil penelitian berdasarkan analisis struktural, yaitu tema novel TTM adalah akibat melawan aturan/tradisi akhirnya tokoh dikeluarkan dari krama desa yang menyebabkan kesengsaraan. Alur yang digunakan oleh pengarang dalam novel ini adalah alur maju (progresif). Tokoh-tokoh yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Sunatha, Sunithi, Subali, Utari, Weda, Ngurah, dan David. Latar tempat pada novel TTM, terjadi di sebuah desa tokoh, Tabanan, Denpasar, Banyuwangi. Latar waktu novel TTM yaitu kira-kira satu tahun dan terjadi pada musim salju di negara barat (awal Nopember sampai akhir Januari). Latar sosial novel TTM adalah kehidupan sosial di Pulau Bali. Keterkaitan tema, alur, penokohan, dan latar sangat erat. Unsurunsur tersebut saling berpengaruh antara yang satu dengan yang lain sehingga menjadikan novel TTM menjadi utuh dan padu. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan semiotik, yaitu nilai-nilai budaya dalam novel TTM karya Putu Wijaya antara lain: (1) Nilai budaya hubungan antara manusia dengan Tuhan (percaya kepada Tuhan, suka berdoa, percaya pada Takdir, dan ketabahan). (2) Nilai budaya hubungan antara manusia dengan masyarakat (musyawarah, gotong royong, kebijaksanaan, saling menolong, saling memaafkan, dan kerukunan). (3) Nilai budaya hubungan antara manusia dengan alam (pemanfaatan alam). (4) Nilai budaya hubungan antara manusia dengan orang lain (kerendahan hati, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keramahan, dan rela berkorban). (5) Nilai budaya hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri (bekerja keras, kewaspadaan, tanggung jawab, menuntut ilmu, dan keberanian). Kata Kunci: nilai-nilai budaya, struktural, semiotik.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: nilai-nilai budaya, struktural, semiotik.
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Mrs Esti Handayani
Date Deposited: 09 Jun 2009 08:49
Last Modified: 16 Nov 2010 23:40
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2357

Actions (login required)

View Item View Item