ASPEK SOSIAL BUDAYA JAWA NOVEL MANTRA PEJINAK ULAR KARYA KUNTOWIJOYO: TINJAUAN SEMIOTIK

ALIRAKSA, ANDRI (2008) ASPEK SOSIAL BUDAYA JAWA NOVEL MANTRA PEJINAK ULAR KARYA KUNTOWIJOYO: TINJAUAN SEMIOTIK. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310020091.pdf

Download (91kB)
[img] PDF
A310020091.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Mantra Pejinak Ular yang meliputi alur, latar, penokohan dan tema serta mendeskripsikan makna aspek sosial budaya Jawa yang terdapat dalam novel Mantra Pejinak Ular dengan menggunakan tinjauan semiotik. Sumber data penelitian adalah novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo. Objek kajian penelitian dibatasi pada dua masalah yakni struktur novel Mantra Pejinak Ular dan aspek sosial budaya Jawa dalam novel Mantra Pejinak Ular. Penelitian yang bersifat deskriptif-analitik ini menggunakan pendekatan struktural sebagai langkah awal penelitian yang bertujuan untuk mengetahui struktur novel. Analisis struktur ini dilanjutkan dengan menggunakan pendekatan semiotik untuk mengungkap makna aspek sosial budaya Jawa yang terdapat dalam novel. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa makna aspek sosial budaya yang terdapat dalam novel Mantra Pejinak Ular adalah transisi tradisi dalam budaya Jawa, transformasi budaya menuju budaya Islami, demitologisasi pemikiran bangsa, politisasi kesenian, demokrasi kontra gaya kekuasaan Jawa, dan perilaku poltik rezim Orde Baru. Transisi tradisi Jawa berkaitan dengan kecenderungan masyarakat Jawa yang mengintegrasikan kepercayaan lama dengan ajaran Islam. Dalam tranformasi budaya menuju budaya Islami diceritakan tentang kepercayaan terhadap tradisi Jawa yang berlebihan harus diatasi dengan mengubah pola pikir lama menuju pola pikir yang modern dan Islami. Dalam politisasi kesenian diuraikan tentang penggunaan media kesenian untuk tujuan melegitimasi kekuasaan yang otoriter. Dalam demitologisasi pemikiran bangsa diuraikan mengenai bangsa Indonesia sudah saatnya meninggalkan pemikiran mitologis dan pemikiran rasional dikedepankan untuk mengatasi masalah di masyarakat. Dalam demokrasi kontra gaya kekuasaan Jawa diceritakan tentang konsep kekuasaan Jawa yang cenderung bersifat otoriter yang identik dengan rezim Orde Baru. Dalam perilaku politik Orde Baru diuraikan mengenai cara-cara berpolitik yang biasa dilakukan pada masa rezim Orde Baru berkuasa. Kata kunci: aspek sosial budaya, Jawa, novel Mantra Pejinak Ular, tinjauan semiotik

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: aspek sosial budaya, Jawa, novel Mantra Pejinak Ular, tinjauan semiotik
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 09 Jun 2009 08:25
Last Modified: 30 Nov 2010 08:22
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2350

Actions (login required)

View Item View Item