ANALISIS KADAR BIOETANOL DAN GLUKOSA PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA KARET (Monihot glaziovii Muell) DENGAN PENAMBAHAN H2SO4

KHOLIS, NENG SITI (2008) ANALISIS KADAR BIOETANOL DAN GLUKOSA PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA KARET (Monihot glaziovii Muell) DENGAN PENAMBAHAN H2SO4. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A420040072.pdf

Download (81kB)
[img] PDF
A420040072.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (612kB)

Abstract

Ketela karet (Monihot glaziovii Muell) merupakan jenis ketela pohon yang mengandung racun asam sianida (HCN) yang sering digunakan oleh masyarakat hanya sebagai pagar tanaman. Dengan kand ungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu 32,4 gram, hal ini berpotensi sebagai alternatif pembuatan bioetanol, yang akan berperan sebagai bahan baku industri dan campuran bahan bakar untuk kendaraan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kadar bioetanol dan glukosa pada fermentasi tepung ketela karet dengan penambahan H2SO4. Penelitian ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu pemasakan di Laboratorium Biologi FKIP UMS, destilasi alkohol di Laboratorium Kimia FMIPA UNS, dan penelitian uji kadar glukosa dan bioetanol di Laboratorium Kimia FIK UMS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu waktu fermentasi (5 hari, 7 hari, dan 10 hari) dan dosis ragi (10% dan 20%) dengan ulangan sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian dua jalur (Anava 2 jalur) dan dilanjutkan dengan uji BNT pada uji kadar glukosa dan uji BNJ pada uji kadar bioetanol. Hasil analisis membuktikan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi berpengaruh terhadap kadar glukosa dan kadar bioetanol tepung ketela karet. Perbedaan waktu fermentasi dan dosis ragi menghasilkan kadar glukosa dan bioetanol yang berbeda pada masingmasing perlakuan. Kadar glukosa tertinggi pada waktu fermentasi 7 hari dengan dosis ragi 100 gram (W2D2) dengan kadar glukosa sebesar 62,67%, sedangkan kadar glukosa terendah pada waktu fermentasi 10 hari dengan dosis ragi 100 gram (W3D2) dengan kadar 19,67%. Kadar bioetanol tertinggi pada waktu fermentasi 5 hari dengan dosis ragi 100 gram (W1D2) dengan kadar bioetanol sebesar 36,83%, sedangkan kadar bioetanol terendah pada waktu fermentasi 10 hari dengan dosis ragi 100 gram (W3D2) dengan kadar 12,63%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi yang berbeda dapat memberikan pengaruh optimum terhadap kadar glukosa dan bioetanol pada fermentasi tepung umbi ketela karet. Kata kunci : waktu fermentasi, dosis ragi, kadar glukosa, dan kadar bioetanol

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: waktu fermentasi, dosis ragi, kadar glukosa, dan kadar bioetanol
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 09 Jun 2009 02:28
Last Modified: 28 Feb 2011 08:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2312

Actions (login required)

View Item View Item