KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA POHON (Manihot utilissima Pohl) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA

MURNIASIH, TRI (2008) KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI TEPUNG KETELA POHON (Manihot utilissima Pohl) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A420040063.pdf

Download (337kB)
[img] PDF
A420040063.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Ketela pohon (Manihot utilisima Pohl) merupakan tanaman perdagangan yang menghasilkan starch, gaplek, tepung ketela pohon, etanol, gula cair, sorbitol, monosodium glutamat, tepung aromatik dan pellets. Kadar karbohidrat yang cukup tinggi sebesar 34,6%, hal ini berpotensi sebagai alternatif pembuatan bioetanol, yang akan berperan sebagai bahan baku industri dan campuran bahan bakar untuk kendaraan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa dan bioetanol pada fermentasi tepung ketela pohon dengan dosis ragi dan waktu fermentasi yang berbeda dengan penambahan ragi. Penelitian ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu pemasakan dan fermentasi di Laboratorium biologi FKIP UMS, destilasi etanol di Laboratorium kimia FKIP UNS, dan penelitian uji kadar glukosa dan bioetanol di Laboratorium kimia FIK UMS. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor waktu fermentasi (5 hari, 7 hari, 10 hari), dan faktor dosis ragi (50g dan 100 g) dengan ulangan sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian dua jalur (anava 2 jalur) dan dilanjutkan dengan uji BNT yang berupa data yang menunjukkan kadar glukosa dan bioetanol pada fermentasi tepung ketela pohon sesuai perlakuan. Perbedaan waktu fermentasi dan dosis ragi menghasilkan kadar glukosa dan kadar bioetanol yang berbeda pada masing-masing perlakuan kadar glukosa tertinggi pada waktu fermentasi 5 hari dengan dosis ragi 50 gr (W1D1) dengan kadar glukosa sebesar 58,33%, sedangkan kadar glukosa terendah pada waktu fermentasi 10 hari dengan dosis ragi 100 g (W3D2) dengan kadar sebesar 19,31%. Kadar bioetanol tertinggi pada waktu fermentasi 7 hari dengan dosis ragi 50 g (W2D1) dengan kadar bioetanol sebesar 46,57%, sedangkan kadar bioetanol terendah pada waktu fermentasi 5 hari dengan dosis ragi 50 g (W1D1) dengan kadar sebesar 13,70%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu fermentasi dan dosis ragi yang berbeda dapat memberikan pengaruh optimum terhadap kadar glukosa dan bioetanol pada tepung ketela pohon. Kata kunci : Waktu fermentasi, dosis ragi, kadar glukosa, kadar bioetanol dan tepung ketela pohon

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Waktu fermentasi, dosis ragi, kadar glukosa, kadar bioetanol dan tepung ketela pohon
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 09 Jun 2009 02:05
Last Modified: 12 Dec 2014 12:58
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2308

Actions (login required)

View Item View Item