KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI GAPLEK GANYONG (Canna edulis Kerr.) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA

DWI WIJAYANTI, RATIH (2008) KADAR GLUKOSA DAN BIOETANOL PADA FERMENTASI GAPLEK GANYONG (Canna edulis Kerr.) DENGAN DOSIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A420040061.pdf

Download (77kB)
[img] PDF
A420040061.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (304kB)

Abstract

Eksploitasi SDA terutama minyak bumi yang berlebihan telah memberikan ancaman terhadap lingkungan dan keselamatan manusia itu sendiri. Jumlah cadangan minyak bumi dari hari ke hari semakin berkurang dan terancam habis karena itu upaya untuk mencari alternatif guna menghemat cadangan minyak bumi yang ada pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan glukosa dan bioetanol pada gaplek ganyong dengan dosis ragi dan waktu fermentasi yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FKIP UNS dan Laboratorium FIK UMS pada bulan Mei 2008. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu dosis ragi dan waktu fermentasi, dengan ulangan sebanyak 3 kali. Teknik pengumpulan data pengujian kadar glukosa dan bioetanol menggunakan uji destilasi dan spektrofotometer, dianalisis dengan menggunakan Analisis Anava Dua Jalur dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujut) dan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Analisis data menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar glukosa dan bioetanol pada gaplek ganyong dengan dosis ragi dan waktu fermentasi berbeda, dari masingmasing perlakuan diperoleh hasil sebagai berikut : Kadar glukosa tertinggi pada perlakuan D1W2 (dosis ragi 50 g dan waktu fermentasi 7 hari) dan D2W2 (dosis ragi 100 g dan waktu fermentasi 7 hari) dengan rata-rata jumlah glukosa 39% dan kadar kadar glukosa yang terendah pada perlakuan D1W3 (dosis ragi 50 g dan waktu fermentasi 10 hari) dengan rata-rata jumlah 24,13%. Sedangkan kadar bioetanol yang tertinggi pada perlakuan D2W2 (dosis ragi 100 g dan waktu fermentasi 7 hari) dengan rata-rata bioetanol 25% dan kadar bioetanol terendah pada perlakuan D1W1 (dosis ragi 50 g dan waktu fermentasi 5 hari) dengan rata-rata jumlah 10,92% Kata kunci: Ganyong, Ragi NKL, Glukosa, Bioetanol, Fermentasi

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ganyong, Ragi NKL, Glukosa, Bioetanol, Fermentasi
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 09 Jun 2009 01:55
Last Modified: 11 Dec 2014 11:46
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2307

Actions (login required)

View Item View Item