DIKSI DAN STRUKTUR FUNGSIONAL KALIMAT DALAM SPANDUK ANTINARKOBA

MULYANI , SRI (2008) DIKSI DAN STRUKTUR FUNGSIONAL KALIMAT DALAM SPANDUK ANTINARKOBA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310040120.pdf

Download (203kB)
[img] PDF
SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (396kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan: (1) ketepatan diksi dalam spanduk antinarkoba, (2) Struktur fungsional kalimat dalam spanduk antinarkoba, dan (3) kelengkapan fungsi unsur-unsur kalimat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik foto untuk mengambil gambar spanduk antinarkoba dilanjutkan dengan menggunakan metode simak catat. Metode simak dengan menyimak secara cermat kalimatnya atau kebahasaan yang terdapat dalam spenduk antinarkoba. Teknik catat dengan pencatatan data yang relevan dengan sasaran tujuan penelitian yakni pencatatan kata-kata yang terdapat dalam spanduk. Hasil analisis data dalam penelitian ini berupa: Pertama, diksi yang terdapat dalam spanduk antinarkoba meliputi: (a) Pada spanduk terdapat pemaikaian kata tutur, sebenarnya ada padanannya dengan kata baku, tetapi jika diganti dengan kata baku memiliki intensitas makna yang berbeda. (b) Terdapat pemakaian kata bernilai rasa, yakni : kata bernilai rasa positif dan negatif. Kata bernilai rasa positif sangat kuat dalam menekankan makna tanpa narkoba. Kata bernilai rasa negatif berfungsi memberikan penekanan makna untuk mencegah pemakaian narkoba. (c) Pemakaian kata asing dalam spanduk antinarkoba memiliki makna lebih cocok dibandingkan dengan setelah diganti dalam bahasa Indonesia. Setelah diganti padanannya dalam Bahasa Indonesia berbeda dengan kata asingnya dan intensitas maknanya kurang mengena. (d) Terdapat pemakaian kata konkret dan abstrak. Kata konkret dapat diubah menjadi kata abstrak atau sebaliknya, tetapi memiliki efek makna berbeda dengan kata sebelumnya. (e) Terdapat pada pemakaian kata umum dan khusus, kata umum memiliki makna yang lebih luas dibandingkan kata khusus memberikan makna yang lebih sempit tetapi jelas. (f) Terdapat pemakaian idiom yang memiliki makna seperti peribahasa. (g) Terdapat pemakaian kata lugas yang dapat menghindari pemakaian kata-kata yang boros. Kedua, struktur fungsional dalam spanduk antinarkoba diketahui, ada 17 spanduk yang kalimatnya terdiri atas 1 klausa, ada 5 spanduk yang kalimatnya terdiri atas 2 klausa yang digabungkan menjadi 1 kalimat, ada 2 spanduk yang kalimatnya terdiri atas 3 klausa yang digabungkan menjadi 1 kalimat, dan ada 1 spanduk yang terdiri atas 4 klausa yang digabungkan menjadi 1 kalimat. Ketiga, kelengkapan fungsi unsur-unsur kalimat dibedakan menjadi dua yakni: (a) kalimat lengkap atau kalimat tidak lengkap dan (b) kalimat majemuk atau kalimat tunggal. Dari dua puluh lima spanduk antinarkoba yang kalimatnya lengkap ada 21 kalimat sedangkan, kalimat tidak lengkap ada 4 kalimat. Dari dua puluh lima spanduk kalimatnya merupakan kalimat majemuk ada 8 kalimat sedangkan, kalimat tunggal ada 17 kalimat. Kalimat tunggal dibedakan menjadi dua yakni: (a) yang merupakan kalimat tunggal lengkap ada 14 kalimat, dan kalimat yang merupakan kalimat tunggal tidak lengkap ada 3 kalimat. Kalimat majemuk dibedakan menjadi dua yakni: (a) kalimat majemuk yang klausanya lengkap ada 4 kalimat, dan (b) kalimat majemuk yang klausa tidak lengkap ada 4 kalimat.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: diksi, struktur fungsional, spanduk.
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Edy Suparno
Date Deposited: 04 Jun 2009 07:43
Last Modified: 12 Dec 2014 12:57
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2094

Actions (login required)

View Item View Item