Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Frozen Shoulder Sinistra Di RST Dr. Soedjono Magelang

Santoso, Pri Hadi (2012) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Frozen Shoulder Sinistra Di RST Dr. Soedjono Magelang. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakrta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (500kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_I.pdf

Download (81kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (276kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (126kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56kB)
[img]
Preview
PDF (Dfatra Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (8kB)
[img]
Preview
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf

Download (183kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (514kB)

Abstract

Latar belakang masalah: Karya tulis ilmiah penatalaksanan SWD (Short Wave Diatermy) dan terapi latihan pada kasus frozen shoulder sinistra Di RST DR.SOEDJONO Magelang dimaksudkan untuk memberikan informasi, pengetahuan, dan pemahaman tentang kondisi frozen shoulder sinistra yang menyebkan permasalahan fisik berhubungan dengan gangguan gerak dan fungsi sendi bahu, dengan modalitas yang diberikan adalah SWD dan terapi latihan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini untuk mengetahuai manfaat pemberian SWD dan terapi latihan untuk mengurangi nyeri, meningkatlan kemampuan fungsional, meningkatkan LGS sendi bahu, dan meningkatkan kekuatan otot bahu. Hasil: Adanya penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional yang diukur dengan SPADI, jumlah total derajat nyeri yang diukur dengan pain index pada T0/1: 31 dan pada T6 menjadi 22, pengukuran kemampuan fungsional dengan disability index di T0/1: 57 dan pada T6 menjadi 34, dengan jumlah total SPADI di T0/1: 43.8% menjadi 26.1% di T6. Peningkatan LGS aktif dan pasif, di T0/1 LGS aktif: S 350– 00–730, F 680–00–450, dan R (F0) 250–00–400 menjadi S 400 – 00 – 1000, F 850 – 00 – 450, dan R (F0) 400 – 00 – 400 di T6. LGS pasif di awal terapi T0/1 S 400 – 00 – 770, F 750 – 00 – 450, dan R (F0) 300 – 00 – 400 menjadi S 500 – 00 – 1200, F 950 – 00 – 450, danR (F0) 400 – 00 – 400 di terapi terakhir T6. Peningkatan grup otot bahu, yakni diT0/1: Fleksor:4, Ekstensor:4+, Abduktor:4, Adduktor:4+, Endorotator:3+, Eksorotator:3+ menjadi Fleksor:4+, Ekstensor:4+, Abduktor4+, Adduktor4+, Endorotator4, dan Eksorotator3+ di T6. Kesimpulan dan saran: dapat disimpulakan bahwa pemberian SWD dan terapi latihan pada kasus frozen shoulder sinistra diperoleh hasil yang menuju ke arah perbaikan, diperolehnya penurunan derajat nyeri, peningkatan kemampuan fungsional, peningkatatan LGS serta peningkatan kekuatan otot bahu. Saran selanjutnya adalah agar pasien sering melatih bahunya agar tidak terjadi kekakuan lebih parah

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: frozen shoulder sinistra, SWD dan terapi latihan
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Fisioterapi D3
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 09 Oct 2012 11:08
Last Modified: 09 Oct 2012 11:08
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/20563

Actions (login required)

View Item View Item