ANALISIS PENGGUNAAN Z-SCORE ALTMAN UNTUK MENILAI POTENSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI

MUTMAINAH , NAFSI (2008) ANALISIS PENGGUNAAN Z-SCORE ALTMAN UNTUK MENILAI POTENSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
B200040043.pdf

Download (202kB)
[img] PDF
B200040043.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (628kB)

Abstract

Analisis kebangkrutan dilakukan untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan (tanda-tanda awal kebangkrutan). Semakin awal tanda-tanda kebangkrutan tersebut dideteksi, semakin baik bagi pihak manajemen karena pihak manajemen bisa melakukan perbaikan-perbaikan. Pihak kreditur dan juga pihak pemegang saham bisa melakukan persiapan-persiapan untuk mengatasi berbagai kemungkinan yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apakah metode Altman merupakan metode yang tepat untuk memprediksi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ tahun 2000-2005, dan 2) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata rasio keuangan yang signifikan antaraperusahaan yang bangkrut dan yang tidak bangkrut. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ periode tahun 2000-2005. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 22 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data laporan keuangan perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta tahun 2000-2005 di pojok Bursa Efek Jakarta Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam bentuk Indonesian Capital Market Directory. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriminan dari metode Altman. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu perusahaan yang berpotensi bangkrut dan perusahaan yang berpotensi tidak bangkrut. Simpulan yang diperoleh adalah: Berdasarkan hasil analisis diskriminan dari metode Altman diketahui bahwa dari seluruh sampel yaitu 22 perusahaan terdapat perusahaan yang berpotensi bangkrut sebanyak 8 (delapan) perusahaan. perusahaan yang berada pada posisi gray area sebanyak 6 (enam) perusahaan. dan perusahaan yang berpotensi tidak bangkrut sebanyak 8 (delapan) perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, Berdasarkan dari hasil analisi data menunjukkan terdapat banyak rasio yang negative untuk kelompok perusahaan yang berpotensi bangkrut dan terdapat banyak rasio yang tidak negatif untuk kelompok perusahaan yang berpotensi tidak bangkrut, ini berarti model Z-score dapat diimplikasikan untuk memprediksi potensi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Z-Score, Potensi Kebangkrutan, Multivariate Discriminant
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 03 Jun 2009 08:14
Last Modified: 17 Nov 2010 01:56
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2056

Actions (login required)

View Item View Item