ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI PENILAI KINERJA PABRIK SEMEN (Studi Kasus Pada PT. Semen Gresik Tbk dan PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk)

SETIANINGRUM , ENY (2008) ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI PENILAI KINERJA PABRIK SEMEN (Studi Kasus Pada PT. Semen Gresik Tbk dan PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
B200030225.pdf

Download (180kB)
[img] PDF
B200030225.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (541kB)

Abstract

Laporan keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, analisis kinerja keuangan dengan dengan pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Setelah diketahui kinerja suatu perusahaan, maka dapat diperkirakan kondisi keuangan pada masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan ditinjau dari kinerja keuangan pada perusahaan publik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2002- 2004. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Sampel yang digunakan adalah 2 perusahaan manufaktur yang memproduksi semen. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2002-2004. Teknik analisis data menggunakan analisis rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, rasio sambungan, rasio operasi, dan profit margin. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Kinerja keuangan pada perusahaan semen manufaktur yang terdaftar di BEI menunjukkan hasil yang kurang baik. Nilai bobot kinerja keuangan pada PT Semen Gresik tbk pada periode tahun 2002 – 2004 adalah sebesar 55,96% 72,52% 135,09%. Nilai tahun 2002-2003 berada di rank tidak sehat yaitu dibawah 90. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa manajemen PT. Semen Gresik belum cukup optimal dalam menggunakan asset dan modal untuk mencapai laba dan belum mampu memanajemen hutang dengan baik sehingga kinerja perusahaan kurang sehat; (2) Selanjutnya nilai bobot PT. Indocement tbk, untuk tahun 2002 – 2004 adalah sebesar 87,72%. Nilai ini berada di rank tidak sehat yaitu kurang dari 90. Berdasarkan hal tersebut dapat dinyatakan bahwa manajemen PT. Indocement belum optimal dalam menggunakan asset dan modal untuk mencapai laba dan belum mampu memanajemen hutang dengan baik sehingga kinerja perusahaan tidak sehat; (3) Kinerja keuangan PT. Semen Gresik sedikit lebih baik dibandingkan PT Indocement Tunggal Prakasa tbk.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kinerja keuangan, tingkat kesehatan
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 03 Jun 2009 04:27
Last Modified: 17 Nov 2010 02:13
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/2019

Actions (login required)

View Item View Item