ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEK TUNGGAL DI BEI TAHUN 2003-2006

ROFI’ATUN , SITI (2008) ANALISIS INVESTASI DAN PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INDEK TUNGGAL DI BEI TAHUN 2003-2006. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
B000040049.pdf

Download (74kB)
[img] PDF
B000040049.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (897kB)

Abstract

Sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi, investor harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi investasi yaitu return dan risiko atas saham yang diminati. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan saham-saham yang masuk dalam portofolio yang dapat memberikan return optimal dengan risiko tertentu pada berbagai alternatif pilihan investasi serta untuk mengetahui perbedaan tingkat return dan risiko saham antara perusahaan yang masuk kandidat portofolio dan non kandidat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey empiris yang menggunakan data sekunder dari BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang sahamnya aktif diperdagangkan di BEI dan tergabung dalam indeks LQ 45 selama delapan periode pengamatan dimulai dari bulan Januari 2003 sampai dengan Desember 2006. Data yang dibutuhkan adalah data harga saham penutupan tiap bulan, indeks harga saham gabungan, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, Alat analisis data yang digunakan adalah return saham, return ekspektasi, return market dan tingkat keuntungan yang diharapkan dari pasar, risk free rate, beta, excess return to beta dan cut off rate. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa: (1) Saham perusahaan yang termasuk dalam kandidat portofolio adalah saham ALLI (dengan return sebesar 132,81%), ANTM (913,67%), ASII (199,45%), BBCA (55,15%), GDRM (55,04%), GJTL (131,90%), INTP (139,07%), ISAT (64,95%), KLBF (275,92%), PNBN (353,82%), SMCB (64,95%), TLKM (103,58%), UNVR (127,61%), dan UNTR (232,87%) dengan asumsi saham-saham tersebut tergolong dalam saham yang efisien karena mempunyai ERB lebih besar daripada Ci. (2) Saham perusahaan yang tidak termasuk dalam kandidat portofolio yaitu INDF (dengan return hanya sebesar 14,84%) dan INKP (31,67%) karena mempunyai ERB lebih kecil daripada Ci. (3) terdapat perbedaan rata-rata retrun saham perusahaan yang menjadi kandidat portofolio dengan rata-rata return saham perusahaan yang tidak menjadi kandidat portofolio. Nilai thitung diterima pada taraf signifikansi 5% dan Ha1 diterima. Rata-rata return saham perusahaan yang menjadi kandidat portofolio sebesar 353,104% lebih besar daripada rata-rata return saham perusahaan yang tidak menjadi kandidat portofolio yang hanya sebesar 23,26% (4) tidak terdapat perbedaan rata-rata risiko saham antara perusahaan yang menjadi kandidat portofolio dengan rata-rata risiko saham perusahaan yang tidak menjadi kandidat portofolio. Nilai thitung ditolak pada taraf signifikansi 5% dan Ha2 ditolak. Rata-rata risiko saham perusahaan yang menjadi kandidat portofolio sebesar 0,501 hanya sedikit lebih tinggi daripada rata-rata risiko saham perusahaan yang tidak menjadi kandidat portofolio sebesar 0,494.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Return, risiko, portofolio
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 02 Jun 2009 08:21
Last Modified: 17 Nov 2010 02:22
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1996

Actions (login required)

View Item View Item