HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA DEPAN PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN II B KLATEN

PRAKOSO, FAHRUDIN (2008) HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA DEPAN PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN II B KLATEN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100990139.pdf

Download (57kB)
[img] PDF
F100990139.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (243kB)

Abstract

Kehidupan penjara yang dihadapi para narapidana menuntut adanya penyesuaian diri untuk memperoleh pemuasan kebutuhan agar dapat diterima di lingkungannya. Saat menghadapi masalah–masalah yang begitu kompleks, ada narapidana yang berhasil mengatasinya, namun tidak jarang pula yang mengalami kegagalan. Narapidana yang mengalami kegagalan ini akan menemui kesulitan dalan hidupnya. Pada sisi lain narapidana sendiri melahirkan sikap inferior (tidak percaya diri) dalam menentukan perilaku atau pola kemandirian, seperti cara mengatasi masalah, reaksi terhadap rasa frustrasi, perilaku defensif, agresif, dan sikap terbuka atau tertutup menghadapi orang lain dan terbentuk konsep diri yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hubungan antara Hubungan antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan pada narapidana; 2) kondisi konsep diri dan kecemasan menghadapi masa depan pada narapidana. Hipotesis yang diajikan: “Ada hubungan negatif antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan pada narapidana.”, Subjek dalam penelitian ini adalah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Klaten yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Perhitungan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis product moment dari Pearson. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar –0,695; p = 0,000 (p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 48,3% yang ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) sebesar 0,483. Hal ini berarti masih terdapat 51,7% variabel lain yang mempengaruhi kecemasan menghadapi masa depan di luar variabel konsep diri misalnya faktor pendidikan, tipe kepribadian, lingkungan sosial. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel konsep diri mempunyai rerata empirik sebesar 100,429 dan rerata hipotetik sebesar 105 yang berarti konsep diri pada subjek penelitian tergolong sedang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan. Hal ini berarti variabel konsep diri dapat digunakan sebagai prediktor (variabel bebas) untuk memprediksikan atau mengukur variabel kecemasan menghadapi masa depan. Semakin tinggi atau positif konsep diri maka semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan, begitu sebaliknya semakin rendah konsep diri maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konsep diri, kecemasan, narapidana
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 02 Jun 2009 07:14
Last Modified: 17 Nov 2010 02:31
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1973

Actions (login required)

View Item View Item