HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA REMAJA MUSLIM DENGAN MOTIVASI MENUNTUT ILMU DI PONDOK PESANTREN

NABILAH , NABILAH (2008) HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA REMAJA MUSLIM DENGAN MOTIVASI MENUNTUT ILMU DI PONDOK PESANTREN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100040010.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (859kB)
[img]
Preview
PDF
F100040010.pdf

Download (472kB)

Abstract

Motivasi menuntut ilmu adalah keadaan yang timbul dari dalam diri individu, sebagai akibat dari adanya interaksi antara motif dan aspek situasi yang diamati dan relevan dengan motif tersebut, sehingga dapat mengaktifkan perilaku yang mendorongnya pada suatu tujuan yang ingin dicapai serta ingin memuaskan kebutuhan diri yang dianggap penting dalam hidupnya, yaitu membekali diri dengan wawasan ilmu pengetahuan. Motivasi menuntut ilmu dapat juga dipengaruhi oleh kematangan beragama. Kematangan beragama di pondok pesantren akan tinggi apabila lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya dan lingkungan keagamaan mendukung. Diharapkan dengan kematangan beragama remaja muslim yang tinggi akan menciptakan motivasi menuntut ilmu yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan beragama dengan motivasi menuntut ilmu. Secara khusus, dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi santri untuk membantu meningkatkan kematangan beragama sehingga diharapkan dapat menunjang prestasi belajar. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kematangan beragama dengan motivasi menuntut ilmu. Artinya semakin tinggi kematangan beragama maka semakin tinggi motivasi menuntut ilmu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum yang berjumlah 100 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah stratified cluster random sampling. Dengan sampelnya adalah tiap–tiap tingkatan kelas di Madrasah Tsanawiyah Ali Maksum masing–masing diwakili oleh 1 kelas putri dan 1 kelas putra. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala penelitian kematangan beragama dan skala motivasi menuntut ilmu. Data hasil penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa kematangan beragama berkorelasi positif dan sangat signifikan terhadap motivasi menuntut ilmu, yang ditunjukkan dengan r sebesar 0,601 dengan p<0,01. Sumbangan efektif variabel kematangan beragama terhadap motivasi menuntut ilmu adalah sebesar 36,1% Subjek penelitian mempunyai kematangan beragama yang tinggi. Data ini diperoleh dari besaran rerata empirik yang mencapai 149,25. motivasi menuntut ilmu subjek tinggi dengan rerata empirik sebesar 148,58.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kematangan beragama, Motivasi menuntut ilmu
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 02 Jun 2009 06:10
Last Modified: 17 Nov 2010 02:36
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1963

Actions (login required)

View Item View Item