HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN INTENSI PERILAKU ONANI PADA REMAJA LAKI-LAKI

Ridho, Rois Husnur (2008) HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN INTENSI PERILAKU ONANI PADA REMAJA LAKI-LAKI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100040008.pdf

Download (55kB)
[img] PDF
F100040008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (284kB)

Abstract

Intensi perilaku onani adalah niat seseorang untuk melakukan tindakan penyalahgunaan seksual yang membangkitkan nafsu seksual. Perilaku onani yang berlebihan merupakan simptom neurotis, menyebabkan terjadinya ketegangan fisik dan psikis sehingga berubah menjagi patologis atau gejala penyakit, maka peristiwa ini disebabkan oleh gangguan psikis yang lebih serius yang bersarang dalam ketidaksadaran atau pada kehidupan bawah sadar individu yang melakukan. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan dukungan sosial dengan intensi perilaku onani pada remaja laki-laki. Hipotesis yang diajukan : 1) ada hubungan negatif antara harga diri dan intensi perilaku onani pada remaja laki-laki, 2) ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan intensi perilaku onani pada remaja laki-laki. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMK N 5 Malang, Jl. Ikan Piranha Atas, Malang yang berjumlah 78 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala harga diri, skala dukungan sosial, dan skala intensi perilaku onani pada remaja laki-laki. Hasil nilai koefisien korelasi R = 0,480, Fregresi = 4,454; p = 0,183 (p < 0,01). Hasil analisis diperoleh nilai korelasi rpar-x1y = -0,424; p 0,000 (p < 0,01) berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara harga diri dengan intensi perilaku onani. Nilai korelasi rpar-x2y = -0,308; p = 0,006 p < 0,01 yang berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan intensi perilaku onani. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rerata empirik (RE) pada variabel harga diri = 78,526 dan rerata hipotetik (RH) = 77,5, hal ini menunjukkan harga diri tergolong sedang. Variabel dukungan sosial diperoleh rerata empirik (RE) = 88,513 dan rerata hipotetik (RH) = 92,5, hal ini menunjukkan dukungan sosial tergolong sedang. Variabel intensi perilaku onani diperoleh rerata empirik (RE) = 107,141 dan rerata hipotetik (RH) = 105, hal ini menunjukkan intensi perilaku onani tergolong sedang. Peranan atau sumbangan efektif harga diri terhadap intensi perilaku onani = 14,630% dan dukungan sosial terhadap intensi perilaku onani = 8,090%, total sumbangan efektif = 23,019% yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinan (R2) = 0,230. Hal ini berarti masih terdapat 76,981% faktor-faktor lain yang mempengaruhi intensi perilaku onani di luar variabel harga diri dan dukungan sosial seperti kepribadian, lingkungan sosial dan budaya. Berdasarkan hasil analisis data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara harga diri dengan intensi perilaku onani, ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan intensi perilaku onani. Dengan demikian variabel harga diri dan dukungan sosial dapat digunakan sebagai prediktor atau variabel bebas untuk memprediksikan intensi perilaku onani pada remaja laki-laki.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Harga diri, perilaku onani, remaja laki-laki
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 02 Jun 2009 04:30
Last Modified: 17 Nov 2010 02:38
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1961

Actions (login required)

View Item View Item