HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI

WATI , MAYRINA MUSTIKA (2008) HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100030082.pdf

Download (64kB)
[img] PDF
F100030082.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (439kB)

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri individu untuk berbuat lebih baik dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan individu dan mencapai kesuksesan dalam mewujudkan tujuan-tujuan dari organisasi. Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh kondisi kerja karyawan, dalam hal ini hubungan antar karyawan. Persepsi karyawan terhadap suatu konflik adalah bagaimana pandangan dan penilaian karyawan terhadap konflik yang nantinya akan mempengaruhi perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara persepsi terhadap konflik interpersonal dan stres kerja dengan motivasi berprestasi. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan TVRI Yogyakarta berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota non random sampling, yaitu masing-masing anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dapat dipilih menjadi subjek penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi R = 0,566, Fregresi = 13,455; p = 0,000 (p < 0,01), hal ini berarti hipotesis yang diajukan diterima yaitu ada hubungan yang sangat signifikan antara persepsi terhadap konflik interpersonal dan stres kerja dengan motivasi berprestasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi rpar-x1y = 0,371; p = 0,004 (p<0,01) yang berarti hipotesis yang diajukan diterima, yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap konflik interpersonal dengan motivasi berprestasi. Semakin tinggi persepsi terhadap konflik interpersonal maka semakin tinggi motivasi berprestasi. Hasil analisis diperoleh nilai korelasi rpar-x2y = -0,453; p = 0,001 (p < 0,01) yang berarti hipotesis yang diajukan diterima, yaitu ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara stres kerja dengan motivasi berprestasi. Semakin tinggi stres kerja maka semakin rendah motivasi berprestasi. Sumbangan efektif persepsi terhadap konflik interpersonal terhadap motivasi berprestasi sebesar 10,855% dan stres kerja terhadap motivasi berprestasi sebesar 21,215%, total sumbangan efektif sebesar 32,1% yang ditunjukkan oleh koefisien determinan (R2) sebesar 0,321. Hal ini berarti masih terdapat 67,9% faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi berprestasi di luar variabel persepsi terhadap konflik interpersonal dan stres kerja. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap konflik interpersonal dengan motivasi berprestasi artinya semakin tinggi persepsi terhadap konflik interpersonal maka semakin tinggi motivasi berprestasi. Ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara stres kerja dengan motivasi berprestasi. Semakin tinggi stres kerja maka semakin rendah motivasi berprestasi.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Persepsi, konflik interpersonal, stres kerja, motivasi berprestasi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 02 Jun 2009 02:30
Last Modified: 17 Nov 2010 02:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1947

Actions (login required)

View Item View Item