Uji Banding Efektivitas Ketoconazole 1% Dengan Zinc Pyrithione 1% Secara In Vitro Terhadap Pertumbuhan Pityrosporum Ovale

SAWITRI P. P. S, A. ENGGAR (2012) Uji Banding Efektivitas Ketoconazole 1% Dengan Zinc Pyrithione 1% Secara In Vitro Terhadap Pertumbuhan Pityrosporum Ovale. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan )
cover-abstrak.pdf

Download (227kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
_BAB_I.pdf

Download (107kB)
[img] PDF (Bab II)
_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (231kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (137kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (147kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (71kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (101kB)
[img] PDF (Lampiran)
_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (282kB)

Abstract

Latar be lakang : Pityrosporum ovale adalah ragi lipofilik yang me rupakan flora normal kulit manusia pada orang dewasa. Pityrosporum ovale merupakan faktor etiologi atau berperan primer pada patogenesis ketombe. Ketokonazol merupakan anti jamur golongan imidazol mempunyai spektrum yang luas , bersifat fungi statik, dan bekerja dengan cara menghambat sintesis ergosterol yaitu komponen yang penting untuk inte gritas membran sel jamur. Zinc pyrithione pada kulit kepala berke tombe dapat menorma lkan ke ratinisasi, mengurangi produksi sebum kulit kepala yang merupakan habitat atau tempat bersara ngjamur sehingga dapat megurangi jumla horganisme Pityrosporum ovale. Tujuan : Membandingkan efektivitas antara ketokona zol 1% dengan zinc pyrithione 1% secara in vitro dalam menghambat pertumbuhan Pityrosporum ovale. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorik dengan pende katan posttest only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah Pityrosporum ovale yang diperoleh dari hasil biakan isolat klinik murni. Sampel pada pe nelitian ini meggunakan 30 cawan petri media SDA yang berisi biakan Pityrosporum ovale ya ng dibua t sumuran, terdiri dari 10 cawan petri pertama yang diberi perlakuan dengan menambahkan ketokona zol 1%, 10 cawa n petri kedua yang diberi perlakuan dengan menambahkan zinc pyr ithione 1%, dan 10 cawan petr i ketiga yang diberi perlakuan dengan menambahka na kuades ster il sebagai kontrol negatif. Data primer hasil penelitian, yaitu mengukur diameter zona bening atau zona hambat yang terbentuk. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik uji tt idak berpasangan dengan program SP SS 17,0. Hasil : 10 cawan petri media SDA yang ditambahkan ketokona zol 1% didapatkan hasil adanya zona bening, 10 cawan petri media SDA yang ditambahkan zinc pyrithione 1% didapatkan hasil adanya zona bening, dan 10 cawan petri media SDA kontrol negatif didapatkan hasil tidak terbentuk zona bening. Melalui uji t tidak berpasangan dapat diambil kesimpulan ada perbedaan yang bermakna antara ketokona zol 1% dan zinc pyrithione 1% (p= 0,000). Kesimpulan : Ada perbedaan antara efektivitas ketokonazol 1% dengan zinc pyrithione 1% secara in vitro terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale. Ketokona zol 1% lebih efektif dibanding dengan zinc pyrithione 1% terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Additional Information: Rak J500/15
Uncontrolled Keywords: Pityrosporum ovale, ke tombe, ke tokona zol 1%, zinc pyrithione 1%
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kedokteran
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 05 May 2012 06:16
Last Modified: 07 Jul 2012 06:34
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/18540

Actions (login required)

View Item View Item