Efek Konseling Gizi Terhadap Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rsud. Dr. Moewardi Surakarta

KURNIASIH, ILMA (2010) Efek Konseling Gizi Terhadap Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rsud. Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Cover dan Bab I)
COVER_+_BAB_1.pdf

Download (36kB)
[img] PDF (Full Text)
SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (523kB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Penderita DM tipe 2 diharapkan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan penatalaksanaan DM dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara dengan konseling gizi diharapkan dapat mengubah sikap atau perilaku pengaturan atau pola makan pasien menjadi benar yang bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah mencapai batas normal dengan memperhatikan keseimbangan tingkat kecukupan zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konseling gizi terhadap kadar glukosa darah dan tingkat kecukupan zat gizi pada pasien DM tipe-2 di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain pra- eksperimen (one group pretest-postest). Pengambilan sampel dengan cara Consecutive sampling didapat sampel penelitian 33 sampel dengan memperhatikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi sampel. Data penelitian ini dilakukan uji homogenitas dan normalitas data didapat 30 sampel yang digunakan dengan karakteristik yang relatif sama atau homogen. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat kecukupan energi sebelum konseling gizi terbanyak kategori kurang (90,0%) dan sesudah konseling gizi terbanyak kategori kurang (93,3%), sedangkan tingkat kecukupan karbohidrat sebelum konseling gizi terbanyak kategori kurang (90,0%) dan sesudah konseling gizi terbanyak kategori kurang (93,3%), hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sebelum konseling gizi yang tergolong tidak normal (100%) dan sesudah konseling gizi yang terbanyak tidak normal (83,3%). Hasil uji statistik menggunakan uji Paired Samples Test pada penelitian efek konseling gizi terhadap tingkat kecukupan energi diperoleh nilai p = 0,463 (p>0,05) dan untuk tingkat kecukupan karbohidrat diperoleh nilai p = 0,224 (>0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara tingkat kecukupan zat gizi energi dan karbohidrat sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi, sedangkan efek konseling gizi terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM diperoleh nilai p = 0,00 (p<0,05) menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna kadar glukosa darah sewaktu antara sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi. Kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan kadar glukosa darah sewaktu antara sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi sedangkan tidak ada perbedaan antara tingkat kecukupan zat gizi energi dan karbohidrat sebelum dan sesudah dilakukan konseling gizi. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan penelitian lebih lanjut, dan perlu dilakukan penelitian secara longitudinal dengan sampel yang lebih banyak.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kadar Glukosa darah, Konseling, Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan DM tipe 2
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 16 Apr 2012 07:30
Last Modified: 16 Apr 2012 09:11
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/17958

Actions (login required)

View Item View Item