PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA PENDERITA EPILEPSI

ROHANI, SITI (2008) PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA PENDERITA EPILEPSI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100040263.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA PENDERITA EPILEPSI ABSTRAKSI Penyesuaian sosial merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidakmampuannya dalam menyesuaikan diri. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan remaja karena dari lingkungan individu dapat belajar tentang suatu hal dan dari lingkungan individu memenuhi kebutuhan, oleh sebab itu penyesuaian dan penerimaan sosial sangat penting bagi setiap manusia sebagai mahkluk sosial yang berarti tidak dapat hidup sendiri khususnya remaja penderita epilepsi, karena pada saat tersebut mengalami krisis identitas. Saat ini epilepsi dianggap sebagai suatu diagnosis yang ditetapkan dan disampaikan oleh dokter secara psikologis merupakan stressor, baik bagi penderita maupun keluarganya. Adanya perasaan bersalah, malu, tertekan dan takut dijauhi oleh masyarakat sekitarnya membuat keluarga akan merahasiakan penderita dan melakukan pembatasan-pembatasan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana penyesuaian sosial pada remaja penderita epilepsi, 2) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyesuaian sosial, 3) bagaimanakah kemampuan penyesuaian sosial remaja penderita epilepsi. Subyek dalam penelitian ini adalah, Remaja penderita epilepsi yang berjumlah enam orang dan bertempat tinggal di karisidenan Sragen dan Surakarta. Karakteristik subyek penelitian ini adalah: 1) Remaja usia 13-21 tahun yang menderita epilepsi, 2). Lamanya menderita epilepsi minimal 3-4 tahun, 3) Belum menikah dan masih tinggal dengan orang tua. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 3 januari sampai dengan 19 januari 2008. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi dengan menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan analisis data di peroleh kesimpulan bahwa penyesuaian sosial pada remaja penderita epilepsi terhadap keluarga, teman-teman dan lingkungan sekitar dapat terbagi menjadi dua yaitu, penyesuaian sosial yang terganggu yaitu merasa malu, minder dan tidak percaya diri dan merasa di kucilkan serta penyesuaian sosial yang tidak terganggu yaitu dengan berusaha bersikap biasa saja, berkomunikasi, menyapa, mengobrol, bermain bersama, curhat dan mengikuti aktivitas yang ada secara bersama-sama. Dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa secara keseluruhan subyek merasa malu, minder dan tertekan pada awal menderita epilepsi tapi setelah mendapat penerimaan dan dukungan dari keluarga, teman dan lingkungan sekitar subyek menjadi percaya diri untuk melakukan penyesuaian sosial dengan lancar dan baik tanpa rasa malu, tertekan dan merasa di kucilkan. Kata kunci: Penyesuaian Sosial pada Remaja Penderita Epilepsi.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Penyesuaian Sosial pada Remaja Penderita Epilepsi.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 26 May 2009 09:03
Last Modified: 17 Nov 2010 04:41
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1658

Actions (login required)

View Item View Item