Pengelolan Sekolah Islam Terpadu (Studi Situs di SMA Nurul Islami Kota Semarang)

Marlinda, Nina (2011) Pengelolan Sekolah Islam Terpadu (Studi Situs di SMA Nurul Islami Kota Semarang). Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
Atribut_Nina_Marlinda.pdf

Download (64kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
BAB_I_Nina_Marlinda.pdf

Download (38kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_II_Nina_Marlinda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (66kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III_Nina_Marlinda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (41kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV_Nina_Marlinda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (108kB)
[img] PDF (Bab V)
BAB_V_Nina_Marlinda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (72kB)
[img] PDF (Bab VI)
BAB_VI_Nina_Marlinda.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (28kB)
[img]
Preview
PDF (Dfatar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA_Nina_Marlinda.pdf

Download (29kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tata ruang sekolah islam terpadu di SMA Nurul Islami Kota Semarang, (2) hubungan pembimbingan guru dengan siswa sekolah Islam terpadu di SMA Nurul Islami Kota Semarang; (3) aktivitas belajar siswa sekolah Islam terpadu di SMA Nurul Islami Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Nurul Islami Kota Semarang. Nara sumber dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, dan siswa SMA Nurul Islami Kota Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data tertata dalam situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tata ruang sekolah dilakukan dengan baik. Masing-masing ruang memiliki fungsi tunggal. Sarana pendukung yang dimiliki meliputi perpustakaan, laboratorium, masjid, ruang multimedia, ruang komputer, aula, kantin, asrama dua lantai, e-learning class, hot spot area, dan juga koperasi. Ruang kelas telah memenuhi standar dan setiap ruang dilengkapi dengan meubelair, fasilitas pendukung, dan ornamen dinding yang ditata dengan rapi. Tata ruang sekolah memperhatikan 7 komponen yaitu tata letak, warna, kebersihan, udara, penerangan, keamanan, dan juga udara; (2) Hubungan pembimbingan guru dan siswa dilakukan dalam lingkup formal dan non formal. Dalam pembelajaran guru menyelipkan pesan moral tentang penting agama dan penanaman akhlak yang mulia. Guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan sebagai orang tua. Siswa selalu menyapa, mengucapkan salam, dan bahkan mencium tangan guru ketika bertemu baik berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah; (3) Aktivitas belajar siswa mulai pada jam pelajaran ke 0 sampai jam pelajaran ke 9. Pada jam ke 0, aktivitas belajar diisi dengan materi UNAS dan pada jam ke 9 adalah materi pendidikan agama. Setiap siswa wajib mengikuti shalat dhuha bersama pada istirahat pertama, shalah dzuhur dan Jumat secara berjamaah. Aktivitas belajar dilaksanakan di dalam kelas, di ruang multimedia, laboratorium IPA, laboratorium bahasa, dan sebagainya Aktivitas belajar siswa didukung dengan sarana yang memadai seperti ruang multimedia dan e-learning class. Aktivitas belajar semakin menarik karena siswa menggunakan internet sebagai sumber belajar selain buku paket.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: pengelolaan, tata ruang sekolah, hubungan pembimbingan, aktivitas belajar
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Administrasi Pendidikan
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 24 Dec 2011 05:25
Last Modified: 24 Dec 2011 05:25
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/16315

Actions (login required)

View Item View Item