DEPRESI PADA ANAK YANG DILACURKAN

YULIA, Reni Uswatun Tugas (2008) DEPRESI PADA ANAK YANG DILACURKAN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100030241.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (612kB)

Abstract

Anak yang dilacurkan di Indonesia tidaklah sedikit jumlahnya. Tahun 2002-2006 diperkirakan 400-500 ribu Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 30 % diantaranya adalah anak usia dibawah 18 tahun. Anak-anak yang dilacurkan ketika berada di rumah atau di jalan seringkali mengalami kekerasan, baik kekerasan fisik maupun seksual. Apabila kekerasan fisik dan seksual itu berlangsung terus-menerus di dalam kehidupannya, maka anak yang dilacurkan akan mengalami depresi. Depresi apabila dibiarkan berlarut-larut akan merusak kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak masuk ke dalam dunia prostitusi, gejala-gejala depresi yang spesifik pada anak yang dilacurkan, faktor-faktor yang menyebabkan adanya depresi pada anak yang dilacurkan serta bentuk-bentuk perilaku koping pada anak yang dilacurkan saat mengalami depresi. Subjek penelitian ini adalah anak yang dilacurkan (AYLA). Subjek penelitian ini ditentukan dengan Skala Beck Depression Inventory (BDI) untuk menentukan bahwa anak yang dilacurkan tersebut mengalami depresi. Sampel penelitian ini adalah 8 anak yang dilacurkan (AYLA). Karakteristik subjek adalah usia remaja 12 sampai 17 tahun, jenis kelamin wanita, dan anak dampingan PKW Wanita Utama Surakarta. Dari hasil skala BDI, diambil 4 orang anak sebagai subjek penelitian, yang terdiri dari 1 orang mengalami depresi ringan-sedang dan 3 orang tergolong depresi berat. Metode pengumpulan data menggunakan Skala BDI, observasi, wawancara, tes TAT dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan induktif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penyebab anak masuk ke dalam dunia prostitusi yaitu karena faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal antara lain: karena adanya konflik antara anak dengan orang tuanya, keluarga broken home, serta aspek ekonomi. Sedangkan faktor internal yaitu kekecewaan anak terhadap perilaku negatif orang tuanya, menghilangkan konflik batin akibat peristiwa di masa lampau yang menimbulkan trauma, ingin mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang lain, serta karena merasa dirinya tidak virgin lagi. Gejala-gejala depresi yang muncul, baik dari tingkat ringan hingga berat yaitu gangguan afektif; anhedonia; perspektif negatif terhadap hidup, baik pada diri, keluarga, maupun kehidupan yang di jalaninya; kesulitan untuk berfikir jernih dan konsentrasi; mengalami gejala psikologis; mempunyai pemikiran ingin bunuh diri, serta mengalami gangguan secara fisik seperti mudah lelah, ganguan pola tidur, mimpi buruk, menurunya nafsu makan serta mudah sakit. Penyebab depresi pada anak yang dilacurkan antara lain: karena faktor genetik, faktor lingkungan, serta gabungan antara faktor genetik dan lingkungan. Bentuk-bentuk perilaku koping yang digunakan pada anak yang dilacurkan ketika mengalami depresi yaitu perilaku koping yang berpusat pada masalah (problem focused coping) dan perilaku koping yang berpusat pada emosi (emotion focused coping).

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: perilaku koping, anak yang dilacurkan, depresi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 26 May 2009 06:45
Last Modified: 17 Nov 2010 04:57
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1617

Actions (login required)

View Item View Item