Pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Banjarsari (Kasus Nusukan Puskesmas Banyuanyar) Kecamatan Banjarsari Kotamadya Surakarta

SURYATI, SURYATI (2007) Pemanfaatan Puskesmas di Kecamatan Banjarsari (Kasus Nusukan Puskesmas Banyuanyar) Kecamatan Banjarsari Kotamadya Surakarta. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (halaman depan)
HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (95kB)
[img]
Preview
PDF (bab.1)
BAB_I.pdf

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF (daftar pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (15kB)
[img]
Preview
PDF (lampiran)
LAMPIRAN.pdf

Download (301kB)
[img] PDF (bab.2)
BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (173kB)
[img] PDF (bab.3)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (99kB)
[img] PDF (bab.4)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (86kB)
[img] PDF (bab.5)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (270kB)

Abstract

Puskesmas di Indonesia telah berkembang pesat. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa masalah antara lain persebaran lokasi puskesmas, jumlahnya yang kurang mencukupi untuk dijangkau masyarakat luas, serta sarana prasarana dan pelayanan yang dimiliki puskesmas. Kecamatan Banjarsari merupakan salah satu kecamatan di antara 5 kecamatan yang ada di Surakarta. Luas wilayah kecamatan Banjarsari merupakan Kecamatan paling luas di wilayah Surakarta sebesar 33,63% luas wilayah Surakarta, dengan luas wilayah sebesar 1.481,10 ha dan jumlah penduduk pada tahun 2004 sebesar 158.632 jiwa serta kepadatan penduduk tercatat sebesar 10.711 jiwa/km2. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui tingkat potensi puskesmas yang dimiliki puskesmas di daerah penelitian, mengetahui sikap masyarakat dalam pemanfaatan puskesmas, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dengan didukung oleh interpretasi data-data sekunder dan data primer. Responden dalam penelitian ini untuk Puskesmas Banjarsari I (4.280 orang), sedangkan jumlah pengunjung Puskesmas Banjarsari II (3.250 orang). Responden diambil sebanyak 10% dari populasi yang ada secara proporsial. Jadi untuk Puskesmas Banjarsari I (Nusukan) 428 responden dan Puskesmas Banjarsari II (Banyuanyar) 325 responden. Data yang diperlukan meliputi kondisi sosial ekonomi masyarakat, perilaku masyarakat dalam pemanfaatan puskesmas. Analisis data yang digunakan adalah tabel distribusi frekuensi, tabel silang, analisis statistik. Untuk pembuktian digunakan tes statistik korelasi product moment dari pearson yang berguna untuk mengetahui keeratan hubungan variabel pengaruh dan variabel terpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan tingkat potensi puskesrnas Banjarsari 1 tinggi dan tingkat potensi puskesmas Banjarsari 2 rendah. Hubungan pendidikan dengan pemanfaatan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas, berdasarkan hasil analisa statistik korelasi product moment nilai r hitung (-0,015) < rtabel (0,098) untuk N = 428 dengan taraf signifikansi 5%. Artinya, nilai pendidikan mempunyai korelasi linear negatif dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas Banjarsari 1. Berdasarkan hasil analisa statistik korelasi product moment nilai r hitung (0,056) < rtabel (0,113) untuk N = 325 dengan taraf signifikansi 5%. Artinya, nilai pendidikan mempunyai korelasi linear negatif dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas Banjarsari 2. Hubungan pendapatan dengan pemanfaatan masyarakat terhadap puskesmas, berdasarkan hasil analisa statistik korelasi product moment nilai r hitung (0,594) > rtabel (0,098) untuk N = 428 dengan taraf signifikansi 5%. Artinya nilai pendapatan mempunyai korelasi linear positif/signifikan dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas Banjarsari 1. Berdasarkan hasil analisa statistik korelasi product moment nilai r hitung (0,599) > rtabel (0,113) untuk N = 325 dengan taraf signifikansi 5%. Artinya, nilai pendapatan mempunyai korelasi linear positif dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas Banjarsari 2. Hubungan jarak dengan pemanfaatan masyarakat terhadap puskesmas, berdasarkan hasil analisis statistik korelasi product moment nilai rhitung (-0,065) < rtabel (0,098) untuk N = 428 dengan taraf vii signifikansi 5%. Artinya, nilai jarak mempunyai korelasi linear negatif dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas Banjarsari 1. Berdasarkan hasil analisis statistik korelasi product moment nilai r hitung (0,101) < rtabel (0,113) untuk N = 325 dengan taraf signifikansi 5%. Artinya, nilai jarak mempunyai korelasi linear negatif dengan nilai pemanfaatan pelayanan puskesmas atau dengan kata lain tidak terdapat korelasi yang meyakinkan untuk puskesmas Banjarsari 2.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pemanfaatan Puskesmas
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Depositing User: Edy Susilo
Date Deposited: 06 Dec 2011 10:44
Last Modified: 06 Dec 2011 10:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/15830

Actions (login required)

View Item View Item