USAHA INDUSTRI KERAJINAN AKAR BAMBU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL KELUARGA DI DESA JAMBUKULON KEC. CEPER KAB. KLATEN

HASNIATI, UMMI (2008) USAHA INDUSTRI KERAJINAN AKAR BAMBU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL KELUARGA DI DESA JAMBUKULON KEC. CEPER KAB. KLATEN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
E100010137.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Judul dari penelitian ini yaitu Usaha Industri Kerajinan Akar Bambu dan Sumbangannya terhadap Pendapatan Total Keluarga di Desa Jambukulon Kec. Ceper Kab. Klaten. Bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pengusaha industri kerajinan akar bambu, mengetahui hasil kerajinan akar bambu dipasarkan, mengetahui seberapa besar sumbangan pendapatan pengusaha terhadap pendapatan total keluarga, dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi kerajinan akar bambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan responden dengan menggunakan kuisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya, data karakteristik demografi responden meliputi data umur, jumlah tanggungan keluarga, status perkawinan, tingkat pendidikan, status pekerjaan, daerah asal dan lama usaha, sedangkan data karakteristik usaha meliputi data modal usaha, tenaga kerja, jumlah dan jenis produksi, bahan baku dan pemasaran. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti : Kantor Kecamatan Ceper, Kantor Desa Jambukulon dan Deperindag Klaten yang meliputi data demografi, data kondisi fisik serta data penggunaan lahan. Responden adalah pengusaha kerajinan akar bambu. Teknik pengambilan sampel adalah menggunakan proportional random sampling. Jumlah populasi adalah 57 orang diambil 50 %, sehingga total responden yang diambil sebesar 29 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangan industri kerajinan akar bambu adalah faktor tenaga kerja, terbukti dari uji statistik korelasi product moment (lampiran 4) diperoleh r = 0,996, faktor modal (lampiran 3) diperoleh r = 0,851, faktor bahan baku (lampiran 5) diperoleh r = 0,968, faktor pemasaran (lampiran 6) diperoleh r = 0,829 dan faktor pendapatan (lampiran 7) diperoleh r = 0,939 yang kesemuanya adalah lebih besar dari r tabel 5% = 0,367. Pengusaha industri kerajinan akar bambu sebagian besar adalah berusia dibawah 50 tahun, terbukti dari hasil analisis bahwa 86,21 persen pengusaha adalah berusia di bawah 50 tahun. Sumbangan pendapatan pengusaha dari sektor industrinya adalah yang paling besar dibandingkan dengan pendapatan pengusaha dari sektor lain, terbukti dari hasil analisis diperoleh bahwa sebagian besar yaitu 93,01 persen pengusaha memiliki sumbangan pendapatan lebih dari 50,44 persen dari pendapatan total keluarga dan dilihat pendapatan dari sektor industrinya terdapat 55,17 persen responden memiliki pendapatan lebih dari Rp.2.767.000,-. Wilayah pemasaran hasil industri meliputi : pemasaran lokal (dalam satu kabupaten) yaitu 13,79 persen, pemasaran luar kabupaten (Yogyakarta, Semarang, Surakarta dan Jepara) yaitu 55,17 persen, pemasaran luar propinsi(Jakarta dan Bali) yaitu 24,14 persen dan pemasaran Eksport (Belanda dan Australia) yaitu 6,89 persen.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: INDUSTRI KERAJINAN AKAR BAMBU, PENDAPATAN TOTAL KELUARGA, JAMBUKULON, CEPER, KLATEN
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 25 May 2009 06:11
Last Modified: 27 Jul 2016 06:48
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1549

Actions (login required)

View Item View Item