ANALISIS USAHA INDUSTRI MEUBEL DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2006

TRIWIBOWO, WAHYU (2008) ANALISIS USAHA INDUSTRI MEUBEL DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2006. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
E100010123.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian yang berjudul ” Analisis Usaha Industri Meubel Di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen Tahun 2006” Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui perkembangan industri meubel di Kecamatan Kalijambe dan mengetahui hubungan antara penggunaan bahan baku, tenaga kerja, modal dan pemasaran dengan pendapatan industri meubel di Kecamatan Kalijambe Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai, artinya penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jumlah responden yang diambil adalah 124 yang diambil dari 25 % dari total jumlah pengusaha sebanyak 497 pengusaha. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi. Tabel frekuensi untuk menggambarkan karakteristik sampel. Untuk menguji hipotesa 2 digunakan rumus Korelasi Product Moment untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan industri yang meliputi bahan baku, pemasaran, modal, dan tenaga kerja. Dari penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan bahan baku dengan tingkat pendapatan dari analisa tabel silang menunjukkan keterkaitan yang kuat. Hal ini juga diperkuat oleh hasil analisa statistik dimana nilai uji korelasinya menunjukkan 0,835179393 yang berarti terdapat hubungan yang bernilai (+). Hubungan antara faktor modal dengan tingkat pendapatan dari analisa tabel menunjukkan bahwa semakin besar modal maka tingkat produksi akan semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan analisa statistik yang menunjukkan nilai korelasinya 0,98736637. Sehingga tingkat pendapatan sangat dipengaruhi oleh besarnya modal atau dengan kata lain faktor modal sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Hubungan antara perkembangan luas pemasaran dengan tingkat pendapatan dari hasil analisa tabel menunjukkan bahwa semakin luas pemasaran maka tingkat pendapatan akan semakin tinggi. Hal ini didukung dengan nilai korelasi yang menunjukkan 0,2059568486. Sehingga terjadi hubungan (+) antara perkembangan luas pemasaran dengan tingkat pendapatan. Sedangkan hubungan antara jumlah tenaga kerja dengan tingkat pendapatan terjadi hubungan antara keduanya. Dimana semakin besar atau banyak jumlah tenaga kerja yang digunakan maka semakin tinggi produksi yang dihasilkan dan semakin tinggi tingkat pendapatan. Hal ini didukung dengan nilai korelasi yang menunjukkan 0,709898 sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah tenaga kerja akan sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan meubel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan hubungan antara faktor modal, bahan baku, tenaga kerja, dan luas pemasaran dengan pendapatan menunjukkan nilai korelasi positif. Masing-masing ditunjukkan dengan nilai korelasi product moment sebesar 0,98 (modal), 0,83 (bahan baku), 0,70 (tenaga kerja) dan 0,20 (luas pemasaran).

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ANALISIS USAHA, INDUSTRI MEUBEL, KALIJAMBE, SRAGEN
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Divisions: Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 25 May 2009 06:03
Last Modified: 17 Nov 2010 05:20
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1547

Actions (login required)

View Item View Item