HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN PERFORMANSI KERJA

Jati, Marinda Novania Ayu (2007) HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN PERFORMANSI KERJA. Skripsi thesis, UMS.

[img] PDF
F100030091.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (765kB)

Abstract

Krisis moneter berkepanjangan dapat menyebabkan performansi kerja menjadimemburuk. Sebagai upaya peningkatan performansi kerja, dalam suatu perusahaan biasanya memiliki budaya organisasi yang berfungsi mengarahkan perilaku para anggota organisasi atau anggota perusahaan dalam mencapai tujuan yang dikehendaki. Dengan adanya kesesuaian antara budaya organisasi dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh anggota organisasi akan menimbulkan kepuasan kerja, sehingga mendorong individu untuk bertahan pada suatu perusahaan dan berkarir dalam jangka panjang serta meningkatkan performansi kerjanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan performansi kerja karyawan.. Hipotesis yang diajukan terdiri dari hipotesis mayor yaitu a) hipotesis mayor : ada hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan performansi kerja karyawan; b) hipotesisminor : ada hubungan positif antara budaya organisasi dengan performansi kerja dan ada hubungan positif antara kepuasan kerja dengan performansi kerja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan bagian kantor dan karyawan bagian operasional PT. Rapigra Cabang Jakarta yang berjumlah 37 orang digunakan sebagai subjek penelitian dan berjumlah 50 orang karyawan bagian kantor dan karyawan bagian operasional PT. Rapigra Pusat Solo digunakan sebagai subjek untuk uji coba atau try out. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah studi populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala budaya organisasi, skala kepuasan kerja dan skala performansi kerja. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai koefisien korelasi (R) = 0,740; Fregresi = 20,553; p = 0,000 (p < 0,01), artinya hipotesis mayor yang peneliti ajukan terbukti kebenarannya yaitu ada hubungan yang sangat signifikan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan performansi kerja. Berdasarkan hasil analisis data juga diperoleh nilai korelasi parsial rx1y = 0,359; p = 0,003 (p < 0,01) artinya hipotesis minor yang peneliti ajukan diterima dan terbukti kebenarannya yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara budaya organisasi dengan performansi kerja. Semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi pula performansi kerjanya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai korelasi parsial rx2y = 0,397; p = 0,001 (p < 0,01) artinya hipotesis minor yang peneliti ajukan diterima dan terbukti kebenarannya yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kepuasan kerja dengan performansi kerja. Semakin tinggi kepuasan kerja karyawan maka semakin tinggi pula performansi kerja karyawan. Sumbangan efektif budaya organisasi terhadap performansi kerja = 6,682% dan sumbangan efektif kepuasan kerja terhadap performansi kerja = 48,048%. Total sumbangan efektif secara keseluruhan = 54,730% ditunjukkan oleh nilai R2 = 0,547.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Performansi Kerja
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Edy Suparno
Date Deposited: 22 May 2009 07:31
Last Modified: 17 Nov 2010 05:43
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1483

Actions (login required)

View Item View Item