UJI EFEK PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA KELINCI JANTAN YANG DIBEBANI GLUKOSA

YULIATININGRUM P. S , LAILI RAHMAWATI (2008) UJI EFEK PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) PADA KELINCI JANTAN YANG DIBEBANI GLUKOSA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100040094.pdf

Download (1MB)
[img] PDF
K100040094.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Belimbing wuluh digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak etil asetat daun belimbing wuluh pada kelinci jantan yang dibebani glukosa. Penelitian ini dilakukan dengan metode uji toleransi glukosa oral menggunakan rancangan penelitian acak lengkap pola searah. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor kelinci jantan. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I kontrol negatif CMC Na 0,5 %, kelompok II kontrol positif (glibenklamid 0,23 mg/kg BB), kelompok III, IV, V diberikan ekstrak etil asetat daun belimbing wuluh dengan dosis masing-masing 0,080; 0,240; 0,720 g/kgBB. Sebelum hewan uji diberi perlakuan, terlebih dahulu diambil darahnya dihitung sebagai kadar glukosa darah awal. Kemudian hewan uji diberi perlakuan sesuai kelompoknya. Setelah 30 menit, hewan uji diberi pembebanan glukosa 100%, dosis 2 g/kgBB. Cuplikan darah diambil dari vena lateralis telinga pada menit ke- 0, 30, 60, 90, 120, 180, dan 240. Kadar glukosa darah ditetapkan secara enzimatik menggunakan reagen GOD-PAP (Glucose Oxidase Phenol Aminoantypiryn Peroxidase). Analisis statistik data AUC 0-240 (Area Under the Curve) yang digunakan adalah Anava (Analisys of Varian) satu jalan yang dilanjutkan dengan uji t LSD (Least Significant Difference), taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun belimbing wuluh dosis 0,080 g/kgBB tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah, sedangkan dosis 0,240 g/kgBB dan dosis 0,720 g/kgBB mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan PKGD (Penurunan Kadar Glukosa Darah) berturut-turut (14,60 ± 1,75) % dan (21,86 ± 1,05) %.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diabetes melitus, ekstrak etil asetat, belimbing wuluh, glibenklamid
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 22 May 2009 05:46
Last Modified: 17 Nov 2010 05:45
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1474

Actions (login required)

View Item View Item