ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN (Studi Empiris Pada Bank Go public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2005)

VANDY, NENDRA AGATYA (2008) ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN (Studi Empiris Pada Bank Go public di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2005). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
B200030097.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
B200030097.pdf

Download (1MB)

Abstract

Di dalam perkembangan dunia perbankan saat ini, informasai mengenai kinerja keuangan perbankan semakin dibutuhkan. Salah satu upaya untuk membantu para pelaku bisnis dalam menilai kondisi keuangan perusahaan (tanpa kecuali perbankan) yaitu dengan melakukan analisis laporan keuangan. Untuk memahami laporan tersebut dilakukan analisis laporan keuangan yang meliputi perhitungan dan interpretasi rasio keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan antara bank pemerintah dan bank swasta melalui rasio rentabilitas, likuiditas, dan solvabilitas.Populasi dalam penelitian ini adalah bank yang telah go public dan melaporkan laporan keuangannnya secara lengkap tahun 2003, 2004, dan 2005. sampel yang diambil berjumlah 25 bank yang masuk dalam kriteria pengambilan sampel. Data sekunder dalam penelitian ini berupa rasio-rasio keuangan dalam laporan keuangan bank yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory dan Jakarta Stock Exchange Statistic.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kinerja keuangan antara bank pemerintah dan bank swasta. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil uji t variabel GPM memperoleh nilai t hitung > t tabel (2,182 > 2,069) yang menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba kotor pada bank pemerintah lebih tinggi daripada bank swasta, NPM t hitung > t tabel (3,029 > 2,069) menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih pada bank pemerintah lebih tinggi daripada bank swasta, Quick Ratio t hitung > t tabel (3,890 > 2,069) menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk membayar kembali simpanan para deposannya dengan alat likuid yang dimiliki pada bank pemerintah lebih tinggi daripada bank swasta, Banking Ratio t hitung > t tabel (4,003 > 2,069) menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk membayar kembali simpanan para deposannya dengan melikuidasi surat-surat berharga yang dimiliki pada bank pemerintah lebih tinggi daripada bank swasta, Debt Ratio t hitung > t tabel (-3,038 > 2,069) menunjukkan bahwa risiko keuangan yang ditanggung para kreditor dan pemegang saham pada bank pemerintah lebih rendah daripada bank swasta,dan Debt to Equity Ratio t hitung > t tabel (2,580 > 2,069) yang menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk memenuhi seluruh kewajiban dengan modal sendiri yang dimiliki pada bank pemerintah lebih tinggi daripada bank swasta.Kata kunci: Rasio Rentabilitas (GPM dan NPM), Rasio Likuiditas (Quick Ratio dan Banking Ratio), Rasio Solvabilitas (Debt Ratio dan Debt to Equity Ratio), Bank Pemerintah, Bank Swasta, Kinerja Keuangan.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Rasio Rentabilitas (GPM dan NPM), Rasio Likuiditas (Quick Ratio dan Banking Ratio), Rasio Solvabilitas (Debt Ratio dan Debt to Equity Ratio), Bank Pemerintah, Bank Swasta, Kinerja Keuangan.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Depositing User: Edy Susilo
Date Deposited: 20 May 2009 06:31
Last Modified: 17 Nov 2010 06:12
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1403

Actions (login required)

View Item View Item