HUBUNGAN ANTARA SELF DISCLOSURE DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERKAWINAN PADA PENDERITA CACAT TUBUH

WIDYANINGSIH, Wahyu (2008) HUBUNGAN ANTARA SELF DISCLOSURE DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERKAWINAN PADA PENDERITA CACAT TUBUH. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100020226.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (265kB)

Abstract

Melihat kekurangan yang ada pada penderita cacat tubuh, membuat kita tahu bahwa mereka mengalami kesulitan yang lebih besar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kecacatan yang dialami merupakan penghambat dalam melaksanankan tugas dan aktivitas sehingga mengakibatkan penderita cacat tubuh merasa cemas, menarik diri dari lingkungan pergaulan, dan menjadi tergantung pada orang lain. Sikap yang tertutup atau tidak mau terbuka pada orang lain, akan dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan. Permasalahan ini tentunya dapat mengakibatkan penderita cacat tubuh tidak siap dalam menghadapi perkawinan. Self disclosure diindikasikan dapat mempengaruhi kesiapan menghadapi perkawinan pada penderita cacat tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan kesiapan menghadapi perkawinan pada penderita cacat tubuh. Hipotesis yang diajukan ada hubungan antara self disclosure dengan kesiapan menghadapi perkawinan pada penderita cacat tubuh. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita cacat tubuh di BBRSBD/ RC. Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive non random, terdapat 45 orang yang memiliki karakteristik yang telah ditetapkan. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah skala self disclosure dan skala kesiapan menghadapi perkawinan. Analisa data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan kesiapan menghadapi perkawinan adalah korelasi product moment. Berdasarkan analisa yang dilakukan diperoleh hasil r sebesar 0,693 dengan p<0,01dan koefisien determinan sebesar 0, 480. Mean empirik self disclosure lebih besar dari pada mean hipotetiknya. Sedangkan mean empirik kesiapan menghadapi perkawinan lebih kecil daripada mean hipotetiknya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : 1) Ada hubungan yang sangat signifikan antara self disclosure dengan kesiapan menghadapi perkawinan, 2) Subyek mempunyai Self disclosure yang sedang, 3) Tingkat Kesiapan menghadapi perkawinan tergolong sedang, 4) Sumbangan efektif self disclosure sebesar 48% terhadap kesiapan menghadapi perkawinan

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Self disclosure, penderita cacat tubuh, kesiapan menghadapi perkawinan
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 20 May 2009 04:10
Last Modified: 17 Nov 2010 06:14
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1396

Actions (login required)

View Item View Item