HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN

PURNOMO, Anto (2008) HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100020165.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (277kB)

Abstract

Setiap perusahaan pada umumnya tentunya berkeinginan untuk tetap bisa menunjukkan eksistensinya dan berjalan sesuai dengan visi dan misinya. Prestasi karyawan yang baik merupakan syarat mutlak agar perusahaan bisa tetap eksis dan berkembang di masa yang akan datang, dan untuk membentuk prestasi kerja karyawan yang tinggi tidaklah mudah, prestasi kerja karyawan terhadap perusahaan tidak akan terbentuk tanpa disertai dengan adanya iklim organisasi yang kondusif. Tujuan penelitian ini terutama untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara iklim organisasi dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis yang diajukan Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan prestasi kerja Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan dari PT. Supra Sukses Trinusa Cikarang. Adapun ciri-ciri sampel dalam penelitian ini yaitu: a) karyawan bagian produksi, b) minimal berpendidian SMA, c) karyawan dengan usia 20-35 tahun, d) masa kerja minimal satu tahun. Jumlah sampel yang digunakan adalah 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive non random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala Iklim organisasi dan dokumentasi Prestasi kerja. Berdasarkan hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,664; p = 0,000 (p < 0,01) artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan iklim organisasi dengan prestasi kerja. Berarti variabel iklim organisasi dapat dijadikan sebagai prediktor untuk memprediksikan prestasi kerja karyawan. Semakin tinggi iklim organisasi maka semakin tinggi prestasi kerja sebaliknya semakin rendah iklim organisasi maka semakin rendah prestasi kerja. Sumbangan efektif antara variabel iklim organisasi terhadap prestasi kerja ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) sebesar 0,441 atau 44,1%. Berarti masih terdapat 55,9% variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi prestasi kerja di luar variabel iklim organisasi seperti motivasi, pengalaman dan keterampilan kerja, lingkungan kerja dan kepemimpinan. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel iklim organisasi mempunyai rerata empirik sebesar 112,840 dan rerata hipotetik sebesar 105. Hal ini menunjukkan berarti iklim organisasi pada subjek tergolong sedang, variabel prestasi kerja diketahui nilai rerata empirik sebesar 77,960 dan rerata hipotetik 50. Berarti prestasi kerja subjek penelitian tergolong tinggi atau baik Berdasarkan hasil analisis data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara Iklim organisasi dengan Prestasi kerja. Hal ini berarti variabel Iklim organisasi dapat digunakan sebagai prediktor (variabel bebas) untuk memprediksikan atau mengukur variabel Prestasi kerja.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: iklim organisasi, prestasi kerja
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 19 May 2009 08:05
Last Modified: 17 Nov 2010 06:22
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1370

Actions (login required)

View Item View Item