HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI DENGAN PRESTASI KERJA PADA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT TENTARA dr. SOEDJONO MAGELANG

SANTOSA, Anis Dwi (2008) HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI DENGAN PRESTASI KERJA PADA PEGAWAI DI RUMAH SAKIT TENTARA dr. SOEDJONO MAGELANG. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100020150.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (446kB)

Abstract

Setiap organisasi atau perusahaan mengharapkan hasil kerja dari karyawannya yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Prestasi kerja yang tinggi dari setiap karyawan merupakan hal yang sangat diinginkan oleh organisasi. Semakin banyak anggota yang berprestasi kerja tinggi, maka prestasi kerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan akan semakin meningkat dan organisasi dapat bertahan dalam persaingan bisnisnya. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan, salah satunya adalah prokrastinasi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi dengan prestasi kerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara prokrastinasi dengan prestasi kerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Rumah Sakit Tentara dr. Soedjono Magelang yang berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive non-random sampling dengan ciri-ciri : a) PNS dengan tingkat pendidikan minimal SPK; b) non medis dengan masa kerja minimal 2 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai korelasi (r) = -0,529; p = 0,000 (p < 0,01) artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara prokrastinasi dengan prestasi kerja. Semakin tinggi prokrastinasi maka semakin rendah prestasi kerja pada karyawan. Sumbangan efektif prokrastinasi terhadap prestasi kerja sebesar 28% yang ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) sebesar 0,280. Hal ini berarti masih terdapat 72% faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi kerja di luar variabel prokrastinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata empirik prokrastinasi kerja (RE) = 92,776 dan rerata hipotetik (RH) = 117,5, yang berarti subjek penelitian memiliki tingkat prokrastinasi kerja yang tergolong rendah. Prestasi kerja pada subjek penelitian tergolong sedang ditunjukkan oleh rerata empirik prestasi kerja (RE) = 77,155. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara prokrastinasi dengan prestasi kerja, artinya semakin tinggi prokrastinasi maka semakin rendah prestasi kerja dan sebaliknya semakin rendah prokrastinasi maka semakin tinggi prestasi kerja. Sumbangan efektif pada penelitian ini menunjukkan masih terdapat 72% faktor lain yang mempengaruhi prestasi kerja diluar prokrastinasi. Subjek pada penelitian ini memiliki tingkat prokrastinasi yang rendah dan memiliki tingkat prestasi kerja yang baik.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Prokrastinasi, prestasi kerja
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 19 May 2009 07:29
Last Modified: 17 Nov 2010 06:26
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/1358

Actions (login required)

View Item View Item